Dialog Tanpa Jarak, Mayjen Kristomei Serap Aspirasi Mahasiswa

12

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mengedepankan gaya kepemimpinan humanis, terbuka, dan responsif dalam merangkul elemen mahasiswa serta media di Provinsi Lampung.

Melalui serangkaian dialog langsung, jenderal bintang dua kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, tersebut menempatkan generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan daerah.

Ketegasan yang berbalut empati ditunjukkan Kristomei saat menemui massa Aliansi Lampung Melawan di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung.

Di tengah penyampaian aspirasi yang berlangsung dinamis, ia memilih menghentikan dialog sejenak untuk menghormati adzan Dzuhur yang berkumandang. Sikap tersebut menciptakan suasana hening dan penuh penghormatan di tengah massa aksi.

Dalam kesempatan itu, Kristomei secara langsung menanggapi tuntutan mahasiswa terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Ia menegaskan komitmennya untuk meneruskan aspirasi tersebut kepada Panglima TNI agar kasus itu dapat ditangani secara tuntas dan transparan. Namun demikian, ia juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai proses hukum yang harus berjalan sesuai mekanisme.

“Setiap proses hukum memerlukan waktu dan harus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Kristomei di hadapan peserta aksi.

Ia juga mengapresiasi peran mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam demokrasi, selama dilakukan secara tertib dan damai.

“Saya bangga dengan mahasiswa-mahasiswi Lampung yang telah menunjukkan kualitas intelektualitas sebagai akademisi dengan menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai,” katanya.

Pendekatan persuasif Kristomei juga terlihat dalam diskusi interaktif bersama mahasiswa Universitas Bandar Lampung di Makodam XXI/Radin Inten.

Dalam dialog tersebut, ia menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut generasi muda memiliki karakter kuat serta wawasan kebangsaan yang mendalam.

“Generasi muda harus mampu berpikir kritis di tengah tantangan global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan cinta tanah air,” tegas mantan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI itu.

Ia turut mengingatkan mahasiswa agar menjadi garda terdepan dalam menyaring arus informasi di era digital dan tidak mudah terpengaruh hoaks yang beredar di media sosial.

Diskusi berlangsung dinamis dengan pembahasan berbagai isu, mulai dari hak asasi manusia hingga penguatan ekonomi desa melalui koperasi.

Di bawah kepemimpinannya, Kodam XXI/Radin Inten mengusung semangat “Kodam XXI/RI Kolaborasi untuk Negeri”. Semangat tersebut diwujudkan melalui forum silaturahmi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan insan media se-Provinsi Lampung melalui program “Radin Inten Menyapa”, guna mempererat sinergi antara militer, akademisi, dan pers.

Selain penguatan komunikasi, Kristomei juga memaparkan peran aktif TNI AD dalam berbagai program strategis yang menyentuh kepentingan masyarakat, seperti pembangunan Jembatan Perintis Garuda, program sumur bor, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), ketahanan pangan, hingga program makan bergizi gratis.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan telah diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ungkap lulusan Akademi Militer 1997 tersebut, memastikan komunikasi dua arah tetap terjaga.

Sebagai putra daerah yang pernah menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Kristomei memahami pentingnya transparansi. Ia bahkan menghadirkan “Centurion 21” sebagai kanal komunikasi langsung antara masyarakat dan jajaran TNI di wilayahnya.

Melalui langkah-langkah kolaboratif tersebut, Kodam XXI/Radin Inten berupaya menciptakan stabilitas keamanan sebagai fondasi utama bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Lampung dan Bengkulu. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda