Cegah Karhutla Sejak Dini, Tim Mabes TNI Turun Langsung ke Desa di OKI dan OI

17

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI menggelar penyuluhan di dua wilayah jajaran Kodim 0402/OKI-OI, yakni Desa Anyar Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Desa Tambang Rambang Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan.

Di Desa Anyar Kecamatan Kayuagung, kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh Tim Penyuluh Mabes TNI yang terdiri dari Kolonel Inf Richard Marihot Butarbutar, Kolonel Inf Agung Wahyu Perkasa, Kolonel Inf Hendrix Fahlevi Rangkuti, dan Kolonel Laut (P) John David Nalasakti.

Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai berbagai langkah pencegahan karhutla, termasuk larangan membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan sekitar.

Masyarakat juga didorong untuk berperan aktif dalam melakukan deteksi dini dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. Dengan demikian, potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Sementara itu, penyuluhan di Desa Tambang Rambang Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir, dilaksanakan oleh Tim Penyuluh Mabes TNI yang terdiri dari Kolonel Adm Dasiwan, Kolonel Sus Sakdun, Kolonel Kav Ibnu Khazim, dan Letkol Marinir Ahmad Fauzi.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai dampak yang ditimbulkan akibat Karhutla, baik terhadap kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas sosial dan perekonomian.

Tim Penyuluh juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya mencegah serta menangani karhutla. Peran masyarakat dinilai sangat penting karena berada paling dekat dengan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.

Melalui kegiatan penyuluhan di dua wilayah tersebut, Mabes TNI terus mendorong peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Pencegahan karhutla harus dimulai dari kesadaran bersama. Ketika masyarakat memiliki kepedulian dan mampu melakukan deteksi dini, potensi kebakaran dapat ditekan sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan.

Kegiatan penyuluhan karhutla di Desa Anyar dan Desa Tambang Rambang berlangsung aman, tertib serta mendapat antusiasme masyarakat. Kehadiran Tim Mabes TNI di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan wilayah Sumatera Selatan yang lebih aman dari ancaman karhutla. (iwan)

Bagaimana Menurut Anda