Capaian IDI Provinsi Jambi Berfluktuatif Setiap Tahun

219

JAMBI, BERITAANDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menggelar kegiatan focus group discussion dalam rangka penyusunan indeks demokrasi Indonesia 2018 tahun anggaran 2019. Dibuka secara resmi oleh Sekda Provinsi Jambi HM. Dianto, Selasa (24/4/2019), di Hotel BW Luxury.

Turut mendampingi Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan, serta Fasilitator FGD IDI, Risyanto.

Dikatakan oleh HM.Dianto, demokrasi adalah sistem pemerintahan yang ditandai oleh adanya kebebasan yang diatur dalam undang-undang yang berkaitan dengan kepentingan publik.

“Berdasarkan definisi tersebut, maka indeks demokrasi Indonesia atau disingkat IDI dihitung berdasarkan tiga aspek utama yang merupakan esensi dari demokrasi, yaitu kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga demokrasi,” jelasnya.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, IDI ini sangat penting, karena merupakan salah satu indikator kinerja utama pemerintah provinsi yang menggambarkan tingkat keberhasilan pelaksanaan misi ketiga RPJMD Provinsi Jambi tahun 2016-2021, yaitu menjaga situasi daerah yang kondusif, toleransi antar umat beragama dan kesadaran hukum masyarakat.

“Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Jambi fokus terhadap capaian IDI ini setiap tahunnya. Capaian IDI Provinsi Jambi sendiri juga berfluktuatif setiap tahun. Sejak awal mula IDI dihitung, yaitu pada tahun 2009, capaian IDI Provinsi Jambi adalah sebesar 71,0. Angka ini terus mengalami perubahan hingga mencapai momen terendah pada tahun 2013 sebesar 64,4,” terangnya.

Ditambahkan oleh Dadang Hardiwan, penyusunan IDI bagi Provinsi Jambi telah memasuki tahun ke-10 sejak dimulai dari tahun 2009.

“Maksud dan tujuan penyelenggaraan FGD IDI bagi Provinsi Jambi, merupakan wadah untuk melakukan  verifikasi data sekaligus menangkap informasi mengenai IDI yang belum tercakup dalam surat kabar dan dokumen dengan melibatkan peserta FGD dari luar BPS mengenai kejadian yang berkaitan dengan indikator IDI,” ujarnya.

Lanjut dia, IDI Provinsi Jambi mengalami capaian tertinggi pada tahun 2017, yaitu sebesar 74,12. Capaian yang berfluktuatif tersebut menunjukkan bahwa aspek – aspek yang dihitung dalam IDI sangat dinamis, dan memerlukan dukungan semua pihak untuk menciptakan situasi yang kondusif.

“IDI Provinsi Jambi meningkat, namun terdapat tiga variabel yang mengalami penurunan pada tahun 2017 jika dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu variabel kebebasan berpendapat, variabel hak memilih dan dipilih, serta variabel partisipasi politik dalam pengambilan pengawasan pemerintahan,” pungkas dia. (Inro)

Bagaimana Menurut Anda