Bupati Tapsel Tutup Kemah Pramuka di Tengah Guyuran Hujan

300

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Meski diterpa guyuran hujan, sesi penutupan perkemahan Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0212/TS, di bumi perkemahan Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Ahad (13/10/2019), tetap berlangsung khidmat.

“Sekalipun diguyur hujan deras, para peserta tampak tetap semangat, tanpa sedikitpun menunjukkan sikap mengeluh,” ujar Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu, ketika menutup kegiatan, mengapresiasi para pramuka yang penuh jiwa patriotisme.

Penutupan Kemah Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0212/TS ini turut dihadiri Kasdim 0212/TS, unsur muspida Tapsel, Camat Angkola Selatan, Kepala Kwarcab Tapsel, Kadis Pertanian, Kadis Pendidikan, Kaban Kesbangpol, serta Kabag Humas dan Protokol.

Bupati Tapsel yang dalam kesempatan itu bertindak sebagai Kepala Mabicab gerakan pramuka Tapsel mengharapkan, kegiatan kemah Saka Wira Kartika ini dapat melahirkan generasi muda yang bertaqwa, sekaligus mampu menjaga dan melestarikan alam dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.

“Kakak meminta adik-adik pramuka bisa menjadi generasi handal. Generasi yang menghargai jasa para pahlawan bangsa, dan bisa mengisi pembangunan sebagai generasi tangguh bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara sesuai dengan dasa dharma,” pesan bupati.

Lebih jauh Syahrul mengharapkan, para generasi muda itu bisa membangkitkan kesadaran akan pentingnya memberi kontribusi nyata sebagai warga negara. Apalagi, seperti diketahui bersama situasi jaman kekinian sudah semakin hanyut dalam romantika modernisasi.

Proses pengadopsian budaya barat telah mengakibatkan terjadinya cultural shock (kegoncangan budaya) beserta disfungsionalitas bagi generasi muda, umumnya kalangan pelajar. Akibatnya, mereka kian terlena dalam konstruksi sosial yang dibangun para kapitalis.

4 hal, konstruksi sosial yang dibangun para kapitalis tersebut, menurut bupati, antara lain food (makanan), fun (hura-hura), fashion (pakaianan), dan antraksi film yang muaranya menjadikan para generasi muda lebih suka entertaiment (hiburan), dibandingkan segi education (pendidikan).

“Sekarang kita harus bersama-sama membangun kembali semangat nasionalisme melalui gerakan pramuka ini. Dan, harus diakui eksistensi gerakan pramuka membuat kita cukup tenang di tengah perubahan jaman yang semakin memprihatinkan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Pasiter Kodim 0212/Tapsel, Lettu Syaiful Abdi selaku kordinator acara kemah dalam uraian laporannya kepada bupati menyebut, acara ini diprakarsai oleh Korem 023/KS bidang teritorial dan Kodim 0212/Tapsel bidang pembinaan pramuka dan pembinaan generasi muda.

“Acara ini berlangsung selama 3 hari. Peserta kemah berjumlah 575 ditambah dengan 8 kolat, 31 pelatih, 10 pendamping, dan 81 orang pendamping sekolah yang kesemuanya berasal dari perwakilan SMA/SMK yang ada di Kabupaten Tapanuli Selatan,” papar dia.

Penutupan kemah ini juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah oleh Bupati Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu, kepada para pemenang lomba dari masing-masing gudep yang menjadi peserta. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda