Bupati Tapsel Mendukung, Riski: Eksistensi NNB Kembali Bergaung

516
Pengurus Naposo Nauli Bulung (NNB) se-Tapanuli Selatan.

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul Pasaribu mendukung penuh agar eksistensi maupun kepengurusan Naposo Nauli Bulung (NNB) se-Kabupaten Tapsel dibentuk dalam tenggang waktu sesingkat-singkatnya.

“Bapak bupati menyampaikan hal itu ketika beliau turut serta menghadiri pertemuan, dalam rangka konsolidasi pembentukan NNB Tapsel pada April 2018 lalu,” kata Riski Abadi Rambe selaku ketua umum terpilih kepada wartawan, Senin (14/1/2019).

Riski menjelaskan, pertemuan ketika itu bertempat di Desa Tunggal Birong Kecamatan Sipirok Dolok Hole, dan dilanjutkan di Kelurahan Sitinjak Kecamatan Angkola Barat, Tapsel. Dimana tujuannya berangkat dari rasa keprihatinan mereka melihat berbagai daerah yang tak lagi menerapkan persatuan NNB.

Padahal, sambung Riski, dulunya persatuan NNB sangat kental di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Oleh karena itu, mereka mengaku benar-benar merasa terpanggil untuk kembali menggalakkan kegiatan pemuda-pemudi melalui wadah persatuan NNB berjargon ‘Poso-Poso Pagar Nihuta’.

“Untuk mencapai tujuan mulia tersebut, serta memenuhi amanah yang telah dipercayakan oleh Bapak Bupati Tapsel, maka acara puncak pembentukan kepengurusan NNB kami gelar di aula Buah Naga, Palopat Maria, Padangsidimpuan pada Senin (7/1/2019) lalu. Dan, diputuskan saya menjadi ketua umum terpilih,” urai Riski.

Menurutnya, seiring perkembangan jaman, banyak perubahan adat istiadat, dan budaya yang hampir pudar bahkan mulai menghilang dari kehidupan sehari-hari generasi muda masa kini. Maka kehadiran NNB diharapkan mampu mengangkat kembali tradisi kearifan lokal tersebut.

Contohnya, terang Riski, seperti pada pertemuan Naposo Bulung se-Kabupaten Tapsel di Palopat Maria kemarin. Dengan dipandu tokoh adat Tapsel Gunawan Siagian, para anggota NNB diberi seminar tentang bagaimana budaya mangoloi dan marsonduk, atau tata cara melayani tamu undangan ketika acara hajatan.

“Bagaimana budaya marpokat di kalangan marhuta-huta untuk mengambil keputusan dengan menentukannya secara bersama-sama. Itu semua sangat identik di dalam wadah Naposo Nauli Bulung, karenanya kami berkomitmen untuk kembali menggaungkan eksistensi NNB, khususnya di Kabupaten Tapsel,” pungkasnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda