Bupati Sintang Berikan Materi dan Buka Seminar Nasional Kehutanan

161

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH memberikan materi dan sekaligus membuka acara seminar nasional kehutanan tahun 2020 yang mengusung tema ‘pengelolaan hutan lestari berbasis industrialisasi 4.0’, yang dilaksanakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Kapuas Sintang bertempat di aula Pendopo Bupati Sintang, Rabu (12/2/2020).

Bupati menyampaikan bahwa menurut SK Menhut 733, kawasan hutan di Sintang seluas 1,2 juta hektare, terakhir dihitung oleh WWF.

“Alhamdulillah, kita masih bisa mempertahankan 900 lebih kawasan hutan forest cover yang masih berhutan. Ini terbagi dua, 870-an itu di dalam kawasan hutan, kemudian sisanya kurang lebih 61 ribu di luar kawasan hutan, tetapi masih berhutan,” terang Jarot.

Tambah Jarot, seperti halnya juga di Desa Sepulut yang meminta ada 14 hektare hutan di APL supaya tetap jadi hutan. Itu langsung kita SK-kan.

“Kemudian teman-teman dari aliansi masyarakat adat menyampaikan ada 5 untuk menjadi kawasan hutan adat yang sedang kita proses. Semuanya kita dukung penuh,” kata Jarot.

Kemudian dalam konteks menjaga hutan seperti tema yang diangkat dalam seminar ini, bahwa efisien dan produktif saja tidak akan bisa memenangkan kompetisi.

“Dengan distruksi teknologi kita mendekat kepada revolusi industri 4.0, selain efisien dan produktif di tambah tiga hal lagi untuk bisa memenangkan kompetisi, yaitu inovasi, kreatifitas dan jiwa entrepreneurship. Gak bakalan mampu kita menjaga hutan kalau kita tidak bisa memberikan solusi kepada masyarakat tentang non timber produk,” tutup Jarot.

Sementara itu Dekan Fakultas Pertanian Unka Sintang Syarif Nizar Kartana mengatakan, dengan seminar ini diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada seluruh stakeholder terkait, bagaimana mengelola hutan lestari berbasis industrialiasasi 4.0 tanpa meninggalkan kearifan lokal masyarakat Kabupapaten Sintang.

“Karena terkadang dalam pengelolaan sering terjadi benturan antara hal tersebut. Untuk itu, melalui penyampaian yang disampaiakn oleh para keynote speaker bisa memberkan wawasan yang baru dalam mengelola hutan di Kabupaten Sintang kedepannya,” ujar Nizar. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda