Bupati Rupinus Buka PGD ke-X Kabupaten Sekadau

257
Pemukulan gong oleh bupati saat membuka Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Rupinus SH.M.Si resmi membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-X Kabupaten Sekadau. Ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali, Senin (29/7/2019) siang.

Dalam arahannya, bupati mengakui pelaksanaan PGD tahun ini sedikit molor. “Biasanya awal atau pertengahan, tahun ini sudah di akhir Juli baru dilaksanakan,” ujar Bupati Rupinus.

Terkait pelaksaan kegiatan PGD, bupati menyarankan agar kedepan adanya penetapan tanggal dan bulan untuk kegiatan ini. Bupati menjelaskan, bahwa PGD ini sebagai penutup dari rangkaian kegiatan-kegiatan Gawai Dayak di kecamatan dan desa – desa.

“Gawai sebagai ucapan sukur atas hasil pertanian tahun ini, dan menjadi pertanda dimulainya masa pertanian di tahun selanjutnya,” kata Rupinus.

Bupati juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pastoran Santob Petrus dan Paulus Sekadau Hilir yang meminjamkan tempat pelaksanaan PGD, yakni Betang Youth Center. Juga terimakasih kepada panitia pelaksana kegiatan.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau diwakili Sekretaris Jendral (Sekjen) Isbianto S.Sos menyatakan bahwa Gawai Dayak merupakan kegiatan rutin agenda DAD sebagai penutup Gawai Dayak di seluruh kecamatan dan desa.

“Gawai Dayak sebagai ajang pelestarian adat istiadat dan budaya,” kata Isdianto.

Selain itu, kata dia, Gawai Dayak diharapkan menjadi ajang promosi wisata adat budaya, baik lokal, nasional dan internasional.

Di tempat yang sama, Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs.Yakobus Kumis M.Si menyatakan bahwa suku Dayak merupakan salah satu suku kebanggaan Indonesia.

“Adat dan budaya yang dimiliki orang Dayak merupakan anugerah dari Tuhan,” ujar Yakobus.

Dikatakan Yakobus, peradaban dunia yang paling lengkap adanya di Indonesia.

“Indonesia negara besar, dan masyarakat Dayak bangga dipersatuan di bawah idiologi Pancasila dan hidup saling menghargai,” jelas dia.

Pembukaan Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau ini dihadiri juga Panglima Kodam XII/Tanjung Pura Mayjen TNI Herman Asaribab, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Drs.Hermanus M.Si, Ketua dan Pengurus DAD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat serta pasukan Merah Bangkule Rajang.

Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau akan dilaksanakan selama 6 hari dengan berbagai kegiatan perlombaan, kesenian, adat budaya serta ekonomi kreatif masyarakat suku Dayak. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda