Bupati Muba Tinjau Karhutla di Muara Medak, Apresiasi Kesigapan Petugas dan Warga

6

MUSI BANYUASIN, BERITAANDA – Bupati Musi Banyuasin (Muba) HM Toha Tohet SH bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran perangkat daerah meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun 7, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Rabu (21/10/2026).

Karhutla di Desa Muara Medak menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sebagian wilayahnya merupakan lahan gambut yang relatif sulit dipadamkan. Saat meninjau lokasi, Bupati bersama rombongan menyusuri area terdampak dan memantau kondisi terkini. Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi yang dikunjungi, api telah berhasil dipadamkan berkat kerja sama petugas gabungan dan warga setempat.

Upaya pemadaman melibatkan personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta masyarakat. Bupati Toha Tohet menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menangani kebakaran, termasuk warga yang melakukan penanganan awal sebelum tim pemadam tiba.

“Terima kasih kepada seluruh petugas dan masyarakat yang telah bekerja keras memadamkan api. Kerja sama seperti ini sangat penting agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kehidupan warga bisa ditekan,” ujar Toha.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi lahan kering.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Muba berencana mendorong pembangunan embung di Desa Muara Medak, khususnya di kawasan rawan karhutla. Keberadaan embung diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk mendukung upaya pemadaman apabila kebakaran kembali terjadi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto SSTP M.Si melaporkan, jumlah titik panas (hotspot) yang tercatat di Kabupaten Muba mencapai sekitar 3.500 titik. Menurutnya, kondisi karhutla tahun ini memiliki kemiripan dengan kejadian pada 2019 sehingga kewaspadaan dan upaya penanganan perlu terus ditingkatkan.

Berdasarkan data BPBD Muba, lima kecamatan dengan jumlah titik panas terbanyak yakni Bayung Lencir sebanyak 629 titik, Lais 536 titik, Sekayu 387 titik, Batang Hari Leko 375 titik, dan Tungkal Jaya 337 titik. Titik panas juga terpantau di sejumlah kecamatan lain dengan jumlah yang relatif lebih sedikit.

“Di Bayung Lencir, titik panas masih ditemukan, terutama di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Kami terus melakukan pemadaman bersama tim terpadu dari TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat,” kata Marko.

Ia turut mengapresiasi kesigapan warga Dusun 7, Desa Muara Medak, yang melakukan penanganan awal saat menemukan kebakaran sebelum tim gabungan tiba di lokasi.

Marko kembali mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan untuk membuka kebun maupun kepentingan lainnya. Ia juga meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah Muba meningkatkan pengawasan dan menjaga kawasan konsesi masing-masing guna mencegah munculnya titik api. (Sansida)

Bagaimana Menurut Anda