Berawal dari Saling Sindir di TikTok, Bentrokan Warga di OKI Tewaskan Dua Orang

74

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Perselisihan di media sosial (medsos) berujung tragis di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Bentrokan antara warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung pada Kamis (15/10/2026) malam mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Bentrokan tersebut diduga dipicu saling sindir melalui media sosial TikTok sejak dua hari sebelumnya. Perselisihan kemudian berlanjut melalui pesan WhatsApp hingga kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk.

Berdasarkan kronologi awal, perselisihan bermula pada Selasa (13/10/2026), ketika seorang warga berinisial N mengunggah konten yang menyindir Kepala Desa Bumi Agung terkait dugaan korupsi. Unggahan tersebut memicu perdebatan setelah mendapat komentar dari warga berinisial W.

Perdebatan di kolom komentar itu kemudian berkembang menjadi aksi saling serang dengan kata-kata bernada keras. Perselisihan berlanjut hingga Kamis malam melalui pesan WhatsApp yang melibatkan warga dari kedua desa.

Sekitar pukul 21.00 WIB, kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk. Dalam perjalanan menuju lokasi, kelompok warga Desa Bumi Agung menggunakan sepeda motor. Sementara itu, kelompok warga Desa Jambu Ilir datang dari arah belakang menggunakan tiga unit mobil.

Menurut informasi awal, kendaraan yang digunakan kelompok warga Desa Jambu Ilir menabrak rombongan pengendara sepeda motor dari Desa Bumi Agung. Peristiwa tersebut kemudian memicu perkelahian antara kedua kelompok.

Akibat kejadian itu, dua orang masing-masing berinisial W (50) dan F (18) dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Sementara itu, korban lain berinisial DP (30) dilaporkan mengalami luka-luka, sedangkan M (18) berada dalam kondisi kritis.

Personel Polsek Tanjung Lubuk bersama personel Polres OKI turun tangan menangani kejadian tersebut. Sekitar pukul 22.30 WIB, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu, yakni MDA (28) dan N (53).

Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta SH SIK MH mengatakan, bahwa pihaknya masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk mengungkap penyebab bentrokan serta peran masing-masing pihak.

“Peristiwa ini sangat kami sesalkan karena perselisihan yang bermula di media sosial berujung pada jatuhnya korban jiwa. Kami akan menangani perkara ini secara profesional, mengumpulkan keterangan saksi, serta mendalami peran masing-masing pihak berdasarkan fakta dan alat bukti,” katanya.

Ia juga meminta warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung menahan diri serta tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperluas konflik.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Serahkan penanganan perkara kepada kepolisian agar persoalan ini dapat diselesaikan melalui jalur hukum,” ujarnya.

Polres OKI masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, mulai dari perselisihan di media sosial, kesepakatan kedua kelompok untuk bertemu, hingga peristiwa yang mendahului bentrokan. Pendalaman dilakukan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian dan menentukan peran masing-masing pihak berdasarkan hasil penyelidikan. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda