Bupati Toha Tohet Siap Tindak Lanjuti Arahan Menko Polkam untuk Penanganan Karhutla

4

MUSI BANYUASIN, BERITAANDA – Bupati Musi Banyuasin (Muba) HM Toha Tohet SH menghadiri rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 di Griya Agung, Kota Palembang.

Dalam rapat yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman tersebut, pemerintah daerah diminta mempercepat pemadaman, memperkuat pencegahan, serta meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran karhutla.

Menko Polkam Dudung Abdurachman mengapresiasi seluruh personel gabungan dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla. Ia menegaskan, persoalan tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto sehingga penanganannya harus dilakukan secara masif, tepat sasaran, dan terukur.

Dudung menyampaikan lima arahan utama sebagai acuan penanganan karhutla di Sumsel. Pertama, mempercepat pemadaman dan memastikan api benar-benar padam. Kedua, memperkuat operasi terpadu darat dan udara. Ketiga, meningkatkan pencegahan berbasis data. Keempat, memastikan tanggung jawab pemegang izin. Kelima, memperkuat penegakan hukum dan keterbukaan informasi publik.

“Pencegahan harus dilakukan sebelum kebakaran terjadi, pemadaman sebelum api meluas, dan penindakan terhadap setiap pelanggaran harus berjalan sesuai ketentuan hukum,” demikian arahan yang disampaikan dalam rapat tersebut.

Menanggapi arahan itu, Bupati Muba HM Toha Tohet mengatakan, Pemkab Muba akan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla melalui pendekatan preventif, penegakan hukum yang tegas dan terukur, serta kolaborasi lintas instansi mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Arahan yang disampaikan Bapak Menko Polkam menjadi perhatian kami untuk ditindaklanjuti di Kabupaten Musi Banyuasin. Kami akan meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan titik api, memperkuat koordinasi Satgas Darat dengan dukungan operasi udara, serta meningkatkan pencegahan melalui pemantauan wilayah rawan dan informasi titik panas,” ujar Toha. (Sansida)

Bagaimana Menurut Anda