Bupati Muba Kukuhkan Pengurus KTNA 2026–2031, Indra Kusumajaya Terpilih Aklamasi

1

MUSI BANYUASIN, BERITAANDA – Bupati Musi Banyuasin (Muba) HM Toha Tohet SH mengukuhkan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Muba masa bakti 2026–2031 di Auditorium Pemkab Muba. Dalam pemilihan kepengurusan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Muba Indra Kusumajaya SH MSi terpilih secara aklamasi sebagai ketua.

Bupati Muba HM Toha Tohet mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas kontribusi dan kerja sama yang telah terjalin dengan pemerintah daerah.

“Saya minta KTNA aktif menjadi jembatan bagi petani dengan pemerintah. Sampaikan keluhan dan kebutuhan petani kepada pemerintah daerah. Jangan sungkan berkoordinasi dengan Pemkab Muba agar persoalan di lapangan bisa kita carikan solusinya bersama,” ujar Toha.

Ia menjelaskan, Kabupaten Muba memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan puluhan ribu hektare lahan yang mendukung daerah tersebut sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Selatan.

Selain meningkatkan produksi, Toha berharap para petani mulai mengembangkan pengolahan gabah secara mandiri. Dengan demikian, hasil panen dapat memberikan nilai tambah dan produk lokal berpeluang dipasarkan ke luar daerah menggunakan merek sendiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Muba Ir A Thamrin mengatakan, kepengurusan KTNA yang baru diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok tani.

“Tugas kita ke depan tidak ringan. Kita harus mendukung peningkatan luas tanam dan produksi beras, khususnya di Muba. Saya berharap pengurus yang baru segera melakukan konsolidasi dan membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan agar program kerja dapat disusun dan dilaksanakan bersama,” katanya.

Ketua KTNA Muba Indra Kusumajaya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Muba dan Dinas TPHP atas dukungan dalam pelaksanaan rembuk serta pengukuhan pengurus KTNA.

Ia menjelaskan, KTNA merupakan organisasi independen yang menjadi wadah komunikasi, musyawarah, dan penyampaian aspirasi petani serta nelayan. Oleh karena itu, ia berharap KTNA dilibatkan dalam perumusan kebijakan daerah, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan perikanan.

“Kami berharap KTNA terus dilibatkan dan diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi petani. Dengan komunikasi yang baik, persoalan di lapangan dapat ditangani bersama demi meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” imbuhnya. (Sansida)

Bagaimana Menurut Anda