Bupati Hadiri Halal Bihalal Bersama Umat Muslim di Sintang

109

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno M.Med.PH menghadiri acara halal bihalal umat muslim yang dilaksanakan oleh Panitia Syiar Ramadhan Kabupaten Sintang 1440 Hijriah, bertempat di Rumah Adat Melayu (RAM) Tepak Sireh Jalan J.C Oevang Oeray Sintang, Sabtu (22/6/2019) pagi.

Menghadirkan penceramah dari Pontianak Ustadz Drs. H. Arif Hasbillah, M.Ag, dengan tema ‘merangkai nilai dan merajut makna Idul Fitri 1440 Hijriah’.

Dalam sambutannya Jarot Winarno mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sintang sangat memberikan apresiasi dan mendukung terselenggaranya halal bihalal ini. Terlebih halal bihalal merupakan budaya dan tradisi kreatif bangsa Indonesia yang di dalamnya terkandung makna sebagai ungkapan untuk menghalalkan kesalahan dan kekhilafan.

Jarot menjelaskan, bahwa ada tiga hal yang bisa dipetik pada acara halal bihalal yang diselenggarakan hari ini, pertama setelah kita melaksanakan puasa sebulan penuh kemudian merayakan hari kemenangan Idul Fitri, sehingga kembali menjadi fitri dan suci karena telah dimenangkan melawan hawa nafsu selama menjalankan ibadah puasa.

Kedua, kata bupati lagi, inilah momentum kita untuk menghilang ketidaksukaan, menghilangkan iri dengki, menghilangkan rasa benci, beda pilihan kemarin waktu pemilu. “Hari ini kita hapus semua segala kebencian dalam hati kita, karena ahli surga itu adalah yang mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala, mencintai baginda Rasullallah dan mencintai sesama manusia,” jelasnya.

Kemudian yang ketiga, lanjut Jarot, momentum halal bihalal ini sebagai wadah untuk merefleksikan kesalehan bulan suci Ramadhan, memupuk rasa kebersamaan dan juga juga rasa peduli.

Sementara itu Ketua Umum Panitia Syiar Ramadhan 1440 Hijriah Kabupaten Sintang, Senen Maryono mengatakan, acara ini merupakan kegiatan puncak atau penutup dari keseluruhan kegiatan Syiar Ramadhan 1440 Hijriah. Dimana sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan, seperti pawai ta’aruf menyambut Ramadhan, kajian Alquran, buka puasa bersama, pondok Ramadhan, pesantren kilat, i’tikaf dan saur berkah dan pawai takbir Idul Fitri.

“Kemudian pada hari ini halal bihalal sebagai acara puncak. Kita laksanakan secara lesehan ini sebagai bentuk kebersamaan, saling menyatu. Kalau duduk di kursi itu rasanya untuk ngobrol-ngobrol sulit, jadi kita lesehan seperti inilah, kemudian kita bersalam-salaman saling memaafkan,” kata Senen. (Arni/Humas Pemkab Sintang)

Bagaimana Menurut Anda