Bobby Adhityo Rizaldi Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Sekaligus Gelar Bansos di Kelurahan Cintaraja

27

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi, kembali melakukan sosialisasikan 4 pilar kebangsaan. Kali ini di Kelurahan Cintaraja Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI, Sumsel, Rabu (18/11/2020).

Bobby menjelaskan bahwa 4 pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

“Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara, UUD 1945 yang merupakan ketetapan MPR adalah konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan negara,” jelas dia dihadapan masyarakat setempat.

Bobby Adhityo Rizaldi kembali menyampaikan, sosialisasi 4 pilar tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ini penting untuk hidup berbangsa dan kecintaan kita pada negeri ini.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, kita harus menerapkan sikap gotong-royong, tenggang rasa dan saling membantu sesama,” ungkapnya.

Kata Bobby lagi, ekonomi digital dinilai menjadi penopang perekonomian Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Berdasarkan data BPS, sektor informasi dan komunikasi (infokom) mencatat pertumbuhan tertinggi pada kuartal II 2020.

“Pertumbuhan sektor infokom 10,88% pada kuartal II 2020 disinyalir karena selama pandemi Covid-19 masyarakat menggantungkan kehidupannya pada ekonomi digital. Bahkan bisnis daring Fast Moving Consumer Goods (FMCG) diprediksi akan meningkat 400% selama tahun 2020,” ujar dia.

Pandemi Covid-19 telah memberikan efek domino multisektoral (kesehatan, sosial, ekonomi, keuangan). Namun aktivitas ekonomi harus terus berjalan dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan.

“Pekerjaan rumahnya ialah bagaimana melakukan dua hal tersebut secara seimbang? Ekonomi digital menjadi salah satu jawabannya,” ungkap dia lagi.

“Ekonomi digital telah membuat berbagai aktivitas menjadi jauh lebih efisien, ramah inovasi, dan bisnis modelnya bisa beraneka ragam,” katanya.

Ekonomi digital juga punya ruang berkembang dan menciptakan level playing fields yang sama untuk semua orang. Selain itu, ekonomi digital ikut mendorong inklusi sehingga seseorang bisa mendapatkan layanan tanpa harus bertatap muka.

Di masa pandemi ini, Bobby menyarankan para pelaku UKM membaca situasi dalam menjalankan bisnisnya. “Saat ini konsumen cenderung mencari barang yang menjadi kebutuhan pokok dengan harga paling murah. Produsen harus bisa beradaptasi mengikuti kebutuhan konsumen,” sarannya.

Di akhir acara, tim penyelenggara sosialisasi 4 pilar juga memberikan bantuan sosial berupa beras warga yang membutuhkan di Kelurahan Cintaraja. (*)

Bagaimana Menurut Anda