BKMT Tapsel Warisan Syahrul Pasaribu, Kelola Dana Hingga Setengah Miliar

142
Bupati Tapsel periode 2010-2015 dan 2016-2021 Syahrul M. Pasaribu tampak menyapa jamaah pengajian akbar BKMT yang digelar di Kecamatan Arse, dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah.

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Semenjak berdiri tahun 2011 lalu, tercatat saat ini Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memiliki kepengurusan di 15 kecamatan, kabupaten setempat.

Seiring perjalanan waktu, organisasi keagamaan yang merupakan warisan Syahrul M. Pasaribu, Bupati Tapsel periode 2010-2015 dan 2016-2021 ini pun berkembang dan masing-masing kecamatan membuat terobosan.

Salah satunya BKMT Kecamatan Arse yang pada tahun 2014 mendirikan Koperasi Amaliyah. Tujuannya ialah, untuk membantu kelancaran usaha anggota pengajian agar supaya tetap lancar dan tak ada kendala apapun.

Tidak main-main, koperasi tersebut saat ini mengelola dana kas miliknya hingga mencapai Rp 500 juta. Dana ini bersumber dari iuran bulanan setiap anggota dengan nominal Rp 5.000, dan jumlah keseluruhan 650 orang.

Hal itu diketahui saat penyambutan tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah, di sela pengajian akbar BKMT Kecamatan Arse yang digelar di Hanopan, Desa Aek Haminjon dan Kecamatan Saipar Dolok Hole di Simole ole, Desa Ulumamis Situnggaling, pada Ahad (31/7).

Tiba di Hanopan sekira pukul 09.00 WIB, Syahrul yang secara khusus diundang datang bersama Ketua BKMT Tapsel Rosmayanti Ritonga disambut sukacita jamaah bersaaman dengan Sholawat Badar yang menggema.

Sambutan semangat syiar Islam berbingkai Sholawat Badar juga bergema di Kecamatan Saipar Dolok Hole atas kedatangan Syahrul Pasaribu bersama Anggota DPRD Tapsel Muhammad Rawi Ritonga siang harinya.

“Sombu ma lungun dung ro bapak Syahrul tu pengajian on (terobatilah rindu kami setelah bertemu sosok yang dirindu di pengajian ini) setelah pertemuan terakhir di pengajian akbar pada Februari tahun lalu,” ujar jamaah.

Secara bersamaan jamaah mendoakan Syahrul beserta keluarga sehat selalu, Tapsel lebih maju lagi. Kemudian meminta Wakil Dewan (Wantim) Pertimbangan Partai Golkar itu mencalon anggota DPR RI 2024 mendatang.

Tak hanya itu, para jamaah juga mengharapkan sosok yang menurut mereka sangat dekat dengan rakyat itu tetap mau mengabdi kepada Tapsel tanpa kenal batas, waktu, serta posisi demi untuk kemaslahatan umat.

“Sungguh suatu kehormatan bagi kami atas kesediaan pak Syahrul yang merupakan pendiri dan Ketua Dewan Pakar BKMT Tapsel, dapat hadir memenuhi undangan panitia,” ujar Ketua BKMT Tapsel Rosmayanti Ritonga.

Menurutnya, kehadiran Bapak Pembangunan Tapsel itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi jamaah BKMT. Rosmayanti lantas meminta kesediaan Syahrul hadir di setiap pengajian akbar BKMT yang digelar di Tapsel.

“Jujur, kami sangat salut dan bangga atas kepedulian serta ketulusan bapak kepada Tapsel. Karenanya, tepat sekali BKMT Arse mengangkat bapak sebagai anggota kehormatan di Koperasi Amaliyah,” sebut Rosmayanti.

Senada, Anggota DPRD Tapsel dari Fraksi Partai Golkar Muhammad Rawi Ritonga juga berharap pada Syahrul. Ia menilai 10 tahun memimpin Tapsel, Syahrul sukses membangun sosial kemasyarakatan dan keagamaan.

“Kami melihat perubahan itu. Termasuk merubah wajah Arse, Saipar Dolok Hole, dan Aek Bilah melalui program pembangunan infrastruktur. Dan, perubahan itu dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat saat ini,” ujarnya.

Menanggapi 10 tahun progres pembangunan di Tapsel, Bupati Syahrul Pasaribu pada masanya itu persilahkan rakyat dan alam Tapsel yang menilai dan menjadi saksi.

“Terlepas dari itu, kita berharap semoga pemerintahan yang sekarang dapat meningkatkannya, atau minimal mempertahankannya. Sebagai warga negara yang baik kita harus mendukung program pemerintah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, mantan Anggota DPRD Sumut tiga periode dari Partai Golkar itu menunaikan iurannya selaku anggota kehormatan Koperasi Amaliyah BKMT Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, sebesar Rp 3,5 juta.

Syahrul juga mensyukuri, BKMT yang dilataribelakangi mandat Ketua BKMT Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2011 kepadanya untuk pengkonsolidasian majelis taklim di Tapsel, kini telah berkembang pesat.

Menurutnya, pengajian BKMT jadi bagian dari upaya meningkatkan iman dan taqwa (imtaq) umat Islam melalui tausyiah dan ceramah para ustadz, dan juga dalam kerangka mempererat silaturahmi antar umat.

“Alhamdulillah, sampai saat ini masih terjaga dengan baik dan itu pantas kita syukuri bersama. Pertahankan dan lanjutkan di masa-masa mendatang,” pesannya. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda