Apdesi Sekadau Dukung Pembangunan Kantor Desa Tahun Ini

142
Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kabupaten Sekadau Abdul Azis. (BERITAANDA.NET)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Terkait akan dibangunnya kantor desa representatif di 14 desa dalam 6 kecamatan Kabupaten Sekadau tahun ini, Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) sangat mengapresiasi langkah pemerintah daerah tersebut.

“Saya kira, pembangunan kantor di desa-desa yang masih menggunakan bangunan lama peninggalan kabupaten induk setelah pemekaran Kabupaten Sekadau sangat mendesak,” terang Ketua Apdesi Kabupaten Sekadau Abdul Azis kepada BERITAANDA, Senin (3/8/2020) sore.

Mewakili para kepala desa, Azis menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Rupinus dan Wakil Bupati Aloysius yang sudah menganggarkan dana hibah untuk pembangunan kantor desa yang representatif kepada desa-desa yang membutuhkan.

Keberadaan kantor desa yang representatif, menurut Azis, akan menunjang pelayana desa kepada masyarakat. Selain itu, kondisi kantor desa merupakan salah satu penilaian pada saat lomba desa nanti. “Juga indikator untuk mengejar status desa mandiri,” sambung Azis yang juga Kepala Desa Rawak Hilir Sekadau Hulu ini.

Dijelaskan Azis, sesuai arahan Menteri Desa dan target Gubernur Kalbar, keberadaan kantor desa yang layak merupakan indikator penilaian desa mandiri. Dengan demikian, Azis menegaskan bahwa pembangunan kantor desa tahun ini untuk 14 desa merupakan hal yang mendesak dan sangat diharapkan segara direalisasikan.

Salah satu contoh adalah Desa Timpuk Kecamatan Sekadau Hilir, yang juga desa terluas di Kabupaten Sekadau. Sampai saat ini, Desa Timpuk belum memiliki kantor desa yang representatif. Padahal, desa ini sudah memekarkan dua desa lainnya, yakni Desa Beringkai Raya dan Desa Tigur Jaya.

“Desanya melahirkan 2 desa baru, tapi desa induknya (Timpuk) sampai saat ini masih menggunakan kantor desa lama yang sudah tidak layak,” cerita Azis.

Kepala Desa Nanga Mongko Kecamatan Nanga Taman, Aselmus Kritomoyo, juga mendukung dibangunnya kantor desa representatif tahun ini.

“Kami masih menggunakan kantor peninggalan lama, bangunan kayu, pelayanan di kator desa dirasakan berdesakan karena terbatasnya ruangan. Sebab bersama BPD dan perangkat RT,” ungkap Aselmus Kritomoyo.

Diterangkan Anselmus lagi, sebelumnya Desa Nanga Mongko bersama desa-desa lainnya berjumlah 20 desa telah mengajukan proposal kepada Bupati Sekadau sejak tahun 2019 untuk pengusulan kantor desa. Setelah diseleksi oleh pemerintah daerah dengan pertimbangan administrasi, kesiapan lahan dan pertimbangan keuangan daerah, maka diputuskan 14 desa yang mengusulkan akan mendapatkan pembangunan kantor pada tahun ini.

“Tentunya ini sangat kami harapkan, untuk pelayanan lebih efektif kepada masyarakat kami,” pungkas Aselmus. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda