AMSP2 Kepulauan Nias Gelar Aksi Damai di Sekretariat BP2JN Wilayah Gunungsitoli-Teluk Dalam

43

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Puluahan orang yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan se-Wilayah Kepulauan Nias (AMSP2) menggelar aksi damai di Sekretariat perwakilan B2PJN, di Jalan Supomo No. 26 Desa Mudik Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli Sumatera Utara, Jumat (10/9) siang.

Dalam orasinya, perwakilan AMSP2 Kepulauan Nias Arlianus Zebua menyampaikan bahwa pengerjaan proyek pembangunan yang bersumber dari dana APBN tahun 2021 ini sangat buruk atau tidak berkualitas. Ini diduga lemahnya pengawasan dari Satker B2PJN dan PPK 3.5 wilayah kerja Kepulauan Nias.

Sementara itu, PPK-3.5 wilayah kerja Kepulauan Nias, Firman Hutauruk, ketika dikonfirmasi di kantornya usai aksi damai AMSP2 Kepulauan Nias mengatakan, bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16 Tahun 2020, Pasal-107 (4) organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tugas dan fungsi seksi preservasi, balai pelaksanaan jalan nasional, pada poin 14 pengendalian teknis fungsi dan pemanfaatan bagian-bagian jalan.

“Progres pekerjaan yang disampaikan Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan Kepulauan Nias itu masih belum selesai, dalam arti masih dalam pengerjaan dan belum dibayar kepada kontraktor. Kita selalu melakukan pengawasan ketat atas segala pekerjaan kontraktor dan apabila pekerjaan kontraktor tidak sesuai kita tidak akan melakukan pembayaran,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Firman menjelaskan bahwa tugas Satker B2PJN dan PPK 3.5 wilayah kerja Kepulauan Nias hanya preservasi jalan dan jembatan, yang bertujuan untuk pencegahan, perawatan, dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu-lintas, sehingga umur rencana yang ditetapkan dapat tercapai

“Kita mengerjakan pekerjaan itu secara preservasi, artinya kita mengamankan jalan dan jembatan itu agar dapat dilewati para penguna jalan dan jembatan. Jika terjadi longsor pada bagian jalan, maka kita akan bertidak langsung memperbaikinya,” jelasnya Firman mengakhiri. [Ganda]

Bagaimana Menurut Anda