Aleksander: Buaya Belum Tertangkap, Jika Ada Bilang Sudah, Itu Hoax

1099
Hari kedua upaya penangkapan buaya yang dilakukan oleh Tim Damkar OKI, namun tak membuahkan hasil, Sabtu (2/11/2019) sore.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Terkait pemberitaan di salah satu media online yang menyatakan bahwa buaya yang sering muncul di Sungai Komering, tepatnya di Kampung 1 Desa Tanjung Serang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan sudah tertangkap, ternyata kabar tersebut adalah hoax.

Seperti diungkapkan oleh Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Aleksander Bustomi.

Menurut dia, sejak Jumat (1/11/2019) lalu, pihaknya telah berupaya untuk melakukan penangkapan buaya yang sering muncul di Sungai Komering dengan memberikan umpan bebek. Namun, hingga berita ini diturunkan, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Alek membenarkan soal isu keberadaan buaya yang sempat viral di media sosial tersebut, karena pihaknya sudah mengkroscek langsung ke lokasi serta berkoordinasi dengan Polsek, Bhabinsa, Camat Kayuagung dan kepala desa setempat.

“Keberadaan buaya tersebut memang benar adanya. Bahkan, tim kita sudah melihat langsung buaya yang muncul di sungai desa tersebut,” ungkapnya, saat dikonfirmasi melalui seluler, Ahad (3/11/2019) malam.

Akan tetapi, kata Alek, soal isu penangkapan buaya tersebut tidak benar, dan buaya yang sering muncul tersebut belum berhasil ditangkap.

“Hari ini kita fokus memadamkan api di daerah Kedaton, bahkan malam ini tim juga tengah melakukan pemadaman api di Desa Tanjung Alai,” jelasnya.

Alek menghimbau kepada seluruh masyarakat di daerah tersebut untuk tidak melakukan aktivitas di pinggiran sungai, terutama anak-anak, karena sangat berbahaya.

“Saat ini kita himbau kepada warga jangan dulu beraktivitas di pinggiran sungai, karena buaya tersebut masih berkeliaran dan belum tertangkap,” ujarnya.

Ditambahkan Alek, pihaknya akan segera melayangkan surat kepada Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan perihal keberadaan buaya di Sungai Desa Tanjung Serang tersebut.

“Besok kita akan segera mengirimkan surat ke BKSDA untuk membantu melakukan penangkapan buaya tersebut,” ungkap dia.

Diwartakan sebelumnya, ibarat menyaksikan pertunjukan di sebuah objek wisata alam, tak terhitung lagi, masyarakat yang datang dan berkumpul di tepian Sungai Komering Kampung 1 Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (2/11/2019) sore.

Masyarakat ini datang untuk menonton langsung upaya Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten OKI melakukan upaya penangkapan buaya yang telah sepekan lebih selalu muncul di permukaan sungai tersebut, dengan cara dipancing dengan bebek hidup sebagai umpannya.

Namun lagi-lagi, di hari kedua upaya yang dilakukan ini belum juga membuahkan hasil maksimal. Kendati buaya sempat muncul ke permukaan, tetapi tidak mau menyambar bebek berikut kail yang ditebar tim Damkar OKI sebagai upaya menangkapnya. Padahal hanya berjarak 2 meter.

“Ini hari kedua (Jumat dan Sabtu) upaya penangkapan yang kita lakukan, namun buaya belum juga memakan umpan berikut kail pancing ditebar. Biasanya dengan menggunakan umpan hidup, efektif dan cenderung berhasil,” kata Kasat Pol PP dan Damkar OKI Aleksander Bustomi melalui Kabid Damkar, Syawal Harahap, Sabtu kemarin.

Kenapa upaya penangkapan buaya ini dilakukan, sebab kita tidak mau sampai terjadi menelan korban jiwa. Katanya lagi, walaupun ada yang menafsirkan jika buaya tersebut adalah ‘puyang’ (buaya mistis – red), namun secara logika dan kasat mata yang dilihat, tetaplah reptil buas berbahaya bagi keselamatan warga.

“Paling tidak, dengan telah dilakukannya upaya penangkapan, sebagai langkah kita dalam pencegahan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Apalagi sampai warga menjadi korban keganasan reptil tersebut,” ungkap Syawal seraya menambahkan, maka dari itu kita terus menghimbau warga untuk selalu berhati-hati.

Untuk sementara waktu upaya penangkapan buaya dihentikan, lanjut Syawal, terlepas jika Pemerintah Desa Tanjung Serang ingin menggunakan jasa pawang atau pulun buaya guna turut membantu menyelesaikan permasalahan ini dipersilakan, dan kalau bisa kita (Damkar OKI – red) juga turut dilibatkan.

Untuk diketahui juga, warga Desa Tanjung Serang Kecamatan Kayuagung OKI telah lebih sepekan terakhir ini dihebohkan dengan kemunculan buaya besar yang diperkirakan berukuran 5-6 meter. Kendati demikian, kemunculan buaya tersebut dinantikan dan menjadi tontonan warga.

Pasalnya, sungai dimana buaya itu muncul adalah tempat yang sering dijadikan warga beraktivitas, seperti mandi dan mencuci. Terlebih lagi, buaya muncul di lokasi yang sama dan tidak berpindah-pindah, walaupun sungai tersebut airnya mengalir.

“Kalau yang saya lihat kemarin, hampir satu jam duduk di pinggir sungai. Buayanya dua kali timbul, dan warnanya kuning, tetapi ada juga yang lihat berwarna hitam. Diduga ada dua hingga tiga ekor buaya,” ungkap Ismail, saat dikonfirmasi melalui seluler, Rabu (30/10/2019) malam.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Tanjung Serang ini juga mengungkapkan, semenjak ada buaya, sudah satu pekan lebih warga tidak berani turun untuk beraktivitas seperti mencuci.

“Buaya timbul di sungai yang berkedalaman 5 meter. Walaupun air sungai mengalir, tetapi buaya tidak berpindah-pindah. Makanya jadi tontonan warga, karena baik siang maupun malam, timbul disitu – situ saja, tak jauh dari SMP 4 Kayuagung yang berjarak sekitar 80 meter dari bibir sungai,” jelasnya.

“Jadi buaya ini muncul di sungai tepat berada di Desa Tanjung Serang. Walaupun menjadi tontonan tetapi warga merasa khawatir, sebab siapa tau buaya tersebut lapar. Padahal selama ini, sejak saya lahir, tidak pernah ada buaya yang muncul tidak pindah-pindah,” tegas dia.

Lanjut dia, biasanya pernah terlihat buaya yang timbul di lebak yang berada di seberang desa mereka, tetapi tidak menetap seperti ini, buaya tersebut berpindah-pindah lokasi. Dan lebaknya juga saat ini tidak kering serta masih dipenuhi air.

“Untuk buaya yang timbul di sungai saat ini ada sekitar 6 meter panjangnya. Kalau orang dewasa bisa sekali tangkap ditelannya. Jika ingin ke lokasi untuk memastikannya bisa datang langsung, karena hampir satu pekan telah menjadi tontonan warga,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda