Pemuda Sintang Tewas Tenggelam di Aliran Air Objek Wisata Batu Jatoh

666
Jasad korban Wahyudin Safari saat diangkat tim gabungan di aliran air objek wisata Batu Joto Desa Pantok Nanga Taman Kabupaten Sekadau. (Humas Polres)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Kecelakaan yang berakibat tewasnya seseorang kembali terjadi di lokasi wisata Batu Jatoh Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau, Ahad (3/11/2019) sore.

Wahyudin Safari ditemukan tim gabungan Polsek dan Koramil serta masyarakat hanyut di aliran air objek wisata Batu Jatoh.

Informasi dari Kepolisian Resor Sekadau, bahwa kronologis tenggelamnya pemuda lajang 20 tahun itu berawal dari kegiatan club motor N-Max yang mengunjungi objek wisata Batu Joto di Kabupaten Sekadau.

“Korban bersama sepupunya menyusul rekan lainnya yang sudah duluan ke Sekadau dari Sintang,” ungkap Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi SIK melalui siaran press rilis Humas Polres.

Setelah sampai di Batu Joto, rombongan mandi di daerah bendungan.  Pada saat itu, kondisi air sedang banjir dan arus deras.

Sekitar pukul 14.30 Wib, korban (Wahyudin) berusaha untuk melompat ke bawah bendungan PLTA, namun masih dapat ditarik oleh rekannya.

“Rekan korban yang juga saksi, mengatakan bahwa, air tersebut sangat deras, sehingga korban tidak jadi untuk melompat,” tambah Anggon.

Namun tidak beberapa lama kemudian, korban tiba-tiba sudah melompat ke bawah bendungan PLTA dan tidak timbul lagi, karena arus air sangat deras.

Melihat hal tersebut, para saksi berusaha menolong korban. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil, sehingga meminta bantuan masyarakat sekitar untuk mencari korban.

Kemudian, warga beserta pengurus objek wisata Batu Joto melapor kepada aparat Polsek Nanga Taman dan Koramil Nanga Taman serta Puskesmas Nanga Taman.

“Pihak Polsek dipimpin oleh Kapolsek IPDA Didik Darman Putra, ST, M.Si beserta anggota dan Koramil  berangkat menuju lokasi untuk melakukan pencarian korban bersama dengan saksi-saksi dan masyarakat,” papar Kapolres.

Sekitar pukul 16.00 Wib, jasad korban sudah ditemukan dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Nanga Taman menggunakan ambulance.

Secara medis, dilakukan pemeriksaan luar, dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak Puskesmas Nanga Taman menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia karena terendam air.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar, jasad korban langsung dibawa oleh pihak keluarga menuju Sintang untuk dikebumikan.

“Pihak keluarga sudah menerima kematian korban, dan menganggap bahwa kejadian tersebut adalah musibah,” terang Kapolres. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda