Akhir Pekan, Harga Karet Sumsel Melejit Tembus Rp42 Ribu per Kilogram

0

PALEMBANG, BERITAANDA – Harga karet di pasar internasional SGX-SICOM kembali menguat pada perdagangan akhir pekan. Pada Jumat (28/8/2026), harga karet dengan Kadar Karet Kering (KKK) 100 persen mencapai Rp42.238 per kilogram.

Harga tersebut naik Rp583 per kilogram dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, Kamis (27/8/2026), yang berada di level Rp41.655 per kilogram.

Sekjen Apkarindo Sumsel, H. Rudi Arpian, mengatakan penguatan harga karet tersebut turut dipengaruhi kenaikan harga karet di pasar internasional serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Penguatan harga karet dipengaruhi oleh harga karet SICOM yang naik serta pergerakan kurs rupiah,” kata Rudi, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan Rudi, harga karet SICOM meningkat dari 236,3 menjadi 239,0 US Cent per kilogram. Sementara itu, kurs rupiah bergerak dari Rp17.628 menjadi Rp17.673 per dolar AS.

Jika dibandingkan sepanjang pekan, harga karet KKK 100 persen menunjukkan tren positif. Pada Senin (24/8/2026), harga berada di level Rp40.992 per kilogram, kemudian terus menguat hingga mencapai Rp42.238 per kilogram pada Jumat.

“Sepekan ini harga karet mengalami penguatan sebesar Rp1.246 per kilogram,” ujar Rudi.

Menurutnya, penguatan hingga penutupan perdagangan pekan ini menjadi momentum positif bagi pasar karet. Harga yang telah berada di atas Rp40 ribu per kilogram juga membuka peluang penguatan lebih lanjut apabila pergerakan harga SICOM tetap mendukung.

Meski demikian, Rudi mengingatkan petani agar tetap memperhatikan kualitas bahan olah karet (bokar). Menurutnya, kualitas bokar menjadi salah satu faktor penting untuk mendapatkan harga jual yang optimal. (Febri)

Berikut daftar harga karet berdasarkan KKK per kilogram pada Jumat (28/8/2026):

  • KKK 100 persen: Rp42.238
  • KKK 70 persen: Rp29.567
  • KKK 60 persen: Rp25.343
  • KKK 50 persen: Rp21.119
  • KKK 40 persen: Rp16.895
  • KKK 30 persen: Rp12.671

Harga tersebut belum dipotong biaya produksi.

Bagaimana Menurut Anda