Wow, 15 Warga OKI Akan Berangkat Magang ke Jepang

853
Ilustrasi

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Ikuti program magang ke perusahaan yang berada di Jepang. 15 orang warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), rencananya diberangkatkan bersama 20 orang lainnya dari berbagai wilayah di Provinsi Sumatera Selatan, Senin (15/7/2019) besok.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten OKI, Tohir Yanto SSos membenarkan hal ini.

Menurutnya, memang untuk pemberangkatan pada program magang ke Jepang tahun ini banyak dari wilayah Kabupaten OKI.

“Ya, tentunya ini bukan asal tunjuk, melainkan sudah melalui berbagai tahapan seleksi. Dan ini yang nyeleksi orang dari Jepang langsung,” kata Tohir saat dihubungi Ahad (14/7/2019).

Kepada BERITAANDA, dirinya menuturkan bahwa khusus para peserta magang dari Kabupaten OKI ini mereka rata-rata telah mengikuti kursus atau pelatihan dari salah seorang alumni yang pernah ikut program ini yang berasal dari OKI.

Menurutnya, para peserta magang ini telah diberikan banyak bekal, mulai dari pelatihan bahasa Jepang, serta hal-hal lain yang mendukung sehingga mereka bisa terpilih.

“Kalau pembiayaan tidak ada, kecuali kursus. Jadi mereka dibekali di sana oleh orang yang sebelumnya sudah pernah ikut program magang ini,” jelasnya.

Hingga saat ini, kata Tohir, selain 1 orang alumni, ada 24 orang warga OKI yang masih mengikuti program magang yang berdurasi tiga tahun tersebut. Selama program, para peserta magang selain akan diberikan pelatihan dan pengalaman juga akan mendapatkan gaji.

“Jadi memang modelnya semi bekerja, mereka belajar, mereka mendapatkan pengalaman, pulang bisa bawa uang. Kalau kata yang sudah ikut program itu, dia pulang bisa bawa uang ratusan juta selama tiga tahun, uang inilah yang kalau mereka pandai melihat peluang bisa dijadikan modal usaha,” tuturnya.

“Karena inilah sebenarnya tujuan dari program tersebut. Di sana (Jepang) mereka magang di perusahaan otomotif dan di bidang las. Pulang dari sana bawa uang, bawa pengalaman mereka bisa buka usaha sendiri, lalu menyerap tenaga kerja itu yang diinginkan pemerintah dari program ini,” tambahnya.

Selain itu, ujar Tohir, kalau memang perusahaan tempat peserta magang tersebut menilai peserta ini baik, bukan tidak mungkin akan dipertahankan dan bisa diperpanjang bahwa kerja di sana.

Dirinya beranggapan bahwa ini salah satu program yang sangat baik. Memang, jika dilihat proses seleksi dari program ini begitu ketat, mulai dari tes fisik, keterampilan serta kedisiplinan. “Seperti mau masuk tentara,” ujarnya.

Setelah pemberangkatan besok, jelas Tohir, bahwa rencananya seleksi akan kembali dilakukan pada bulan November mendatang.

“Umur maksimal 25 tahun. Minimal tamat SMA, syukur-syukur SMK silahkan mendaftar dan tidak dipungut biaya. Ya, paling keluar biaya kalau mereka mau ikut kursus, karena itu di luar dari program,” tandasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda