Waspadai Pinjaman Online dan Investasi Ilegal

179

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung melalui Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi meminta masyarakat untuk mewaspadai pinjaman online dan investasi ilegal.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala OJK Lampung saat kegiatan buka bersama insan media dan anggota satgas, di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Kamis (23/5/2019).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Indra Krisna mengingatkan seluruh masyarakat agar mewaspadai pinjaman online/financial technology (fintech) dan investasi ilegal. Khusus untuk fintech, OJK menyoroti banyaknya bermunculan pemberi pinjaman online seperti fintech, yang memberi iming-iming ke masyarakat.

“Seperti kita tahu, saat ini banyak bermunculan iklan fintech yang beredar di media sosial. Dalam iklannya, fintech memberi iming-iming kemudahan dalam pinjaman ke masyarakat, hingga akhirnya menjerat dan menipu konsumennya,” ujar Indra Krisna.

Dijelaskan dia, saat ini baru 108 fintech yang terdaftar di OJK Indonesia, dan berizin di OJK sebanyak 5 dengan total 113. Dia meminta masyarakat harus menyaring baik-baik terkait banyaknya fintech tidak resmi. Di Lampung baru satu fintech terdaftar, yaitu Lahansikam.

“Kita minta masyarakat banyak-banyak menyaring dan jangan termakan janji-janji dari fintech. Fintech saat ini banyak menawarkan dengan syarat mudah, namun setelahnya banyak permasalahan yang dilaporkan masyarakat. Kita susah mencegah dan menutup, karena banyak fintech yang tak berdomisili di Indonesia dan berada di luar negeri,” jelas dia.

Menurutnya, OJK Lampung pun sudah berkeliling melakukan sosialisasi mengenai fintech kepada masyarakat Lampung. Edukasi ini diberikan agar masyarakat tak terjebak dengan fintech palsu yang menawarkan kemudahan.

“Kita tidak bisa menutup fintech ilegal, dan melakukan blokir jika berdomisili tidak jelas dan di luar negeri,” pungkasnya. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda