Virus Hog Cholera Serang Ternak Babi, Ini yang Dilakukan Pemkab Sergai

256

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Kegiatan rapat koordinasi (rakor) digelar oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terkait penanggulangan wabah hog cholera, bertempat di aula Sultan Serdang komplek kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (13/11/2018).

Bupati Sergai Ir. H. Soekirman melalui Sekda HM. Faisal Hasrimy, AP MAP mengatakan, virus hog cholera yang menyerang ternak babi akhir-akhir ini sudah menjadi masalah serius, seiring dengan bertambahnya jumlah ternak yang mati di Sumatera Utara (Sumut).

Sekda juga menyebut, menurut Dinas Ketahanan Pangan Sergai, saat ini kita merupakan salah satu daerah yang terkena dampak cukup serius. Ditandai dengan sekitar 894 ekor ternak babi yang mati di sentra-sentra peternakan di Kecamatan Sei Bamban, Dolok Masihul, Sei Rampah dan Tebing Tinggi.

“Dan masalah ini bukan hanya pada dampak kematian yang disebabkan virus yang berasal dari benua Afrika tersebut, namun juga perilaku tak bertanggung jawab oknum-oknum peternak yang sembarangan membuang bangkai babi di sungai. Ini bisa menjadi efek buruk tambahan bagi lingkungan dan masyarakat yang tinggal dalam radius aliran sungai,” tegas dia.

“Semestinya kita sebagai aparatur pemerintah supaya lebih tanggap dan responsif untuk melakukan penanggulangan wabah hog cholera ini secara komprehensif. Dengan diadakannya rapat koordinasi ini, diharapkan agar seluruh lintas sektoral yaitu dari kepolisian, TNI dan ASN bisa bersinergi dalam penanggulangan wabah virus hog cholera, dan memberikan solusi terhadap munculnya wabah yang sudah mematikan 4.682 ekor babi di Sumut,” katanya lagi.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Panisean Tambunan S.Sos melaporkan, pihaknya telah melakukan pengambilan sampel air Sungai Bedagai pada hari Senin (11/11/2019), di Dusun I Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin. Serta telah memeriksakan air sungai tersebut ke laboratorium Mutu Agung Lestari Medan, dan akan mendapatkan hasil dari pemeriksaan tersebut selama 7 hari kerja.

Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Sergai M. Aliuddin, SP MP juga mengatakan, menurut data yang dimiliki Sergai, populasi ternak babi besar maupun kecil yang tersebar di 17 kecamatan mencapai 31.626 ekor.

“Dari data di atas, kematian ternak babi yang terindikasi terkena virus hog cholera mencapai 894 ekor yang tersebar dalam 5 kecamatan di 9 desa,” jelas dia.

Sebagai langkah tindakan cepat, Aliuddin mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan juga telah menyiapkan posko di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sergai serta posko di setiap kecamatan.

“Kami berharap kepada camat dan kepala desa jika ada hewan ternak babi milik warga yang mati segeralah lapor ke kami,” ungkap Kadis Ketapang. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda