Viral Video Porno Mirip Petinggi PDIP, Polisi Panggil Abdul Rasyid

148

PANGKEP-SULSEL, BERITAANDAPolisi mulai menindaklanjuti temuan video porno dengan pemeran pria mirip petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sempat viral di media sosial.

Pemeran pria dalam video porno tersebut disebut mirip dengan Ketua DPC PDIP Kabupeten Pangkajene dan Kepulauan Pangkep, Sulawesi Selatan, Abdul Rasyid.

Polres Kabupaten Pangkep berencana memeriksa Abdul Rasyid, Selasa (3/11/2020) hari ini.

Abdul diperiksa sebagai saksi berkaitan dengan kasus beredarnya video porno yang diduga mirip dengannya.

Kapolres Kabupaten Pangkep AKBP Endon Nurcahyo mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus video porno tersebut. Meski mengklaim belum menerima laporan, namun penyidik berencana akan memeriksa Abdul Rasyid untuk dimintai keterangannya.

“Sementara diperiksa yang diduga ada dalam video tersebut. Rencananya besok akan kita periksa,” kata Nurcahyo saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2020).

Sebuah video porno berdurasi 12 detik sebelumnya beredar di lini masa media sosial hingga viral. Video tersebut menarik perhatian warganet lantaran diduga pria dalam video tersebut merupakan petinggi PDIP.

Dalam video itu, pria yang diduga mirip Abdul Rasyid terlihat tengah berada di dalam sebuah ruangan berlatar cat warna putih. Pria tersebut tampak tak mengenakan pakaian alias telanjang. Tak berselang lama, pria tersebut menghampiri seorang wanita untuk melakukan hubungan badan.

Terkait hal itu, polisi pun mengklaim belum menerima laporan terkait kasus tersebut. Namun, penyelidikan terhadap kasus tersebut kekinian telah dilakukan.

“Sejauh ini belum ada laporan yang masuk, kami masih mendalami video yang dimaksud tersebut oleh teman-teman Satreskrim,” ujar Nurcahyo.

Sementara itu, Abdul Rasyid telah membantah sekaligus menegaskan jika pria dalam video porno tersebut bukanlah dirinya.

“Tidak betul di video itu adalah saya,” kata Abdul Rasyid di Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (2/11/2020).

Dia menduga video tersebut merupakan hasil editan. Menurut dia hal itu bisa saja dilakukan oleh lawan politiknya untuk menurunkan elektabilitas calon kepala daerah yang diusung PDIP di Kabupeten Pangkep. [sumber : suara.com]

Bagaimana Menurut Anda