Tulip Gugur di Lokasi Wisata ‘Andalan’ Putri Pariwisata Sidimpuan

1572
Ilustrasi

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Kabar tak sedap meluncur dari lokasi satu-satunya destinasi wisata unggulan Putri Pariwisata Padangsidimpuan. Hal ini menyusul terkuaknya peristiwa yang dialami anak baru gede (ABG) berusia 16 tahun, sebut saja Tulip.

Sejatinya, lokasi wisata tersebut oleh Putri Pariwisata Padangsidimpuan hasil seleksi dinas pariwisata setempat akan dipromosikan menjadi destinasi wisata. Putri Pariwisata menilai, lokasi bernama Tor Simarsayang itu punya nilai lebih untuk menarik minat para pengunjung.

“Saya berkeyakinan, ketika wisata Tor Simarsayang dipromosikan secara masif ke luar daerah, maka akan bisa memicu kedatangan mereka ke Sidimpuan,” kata salah satu nominator Putri Pariwisata Padangsidimpuan, Kamis (3/10/2019) lalu, ketika diwawancarai oleh awak media.

Ironinya, penilaian Putri Pariwisata itu tidak sepenuhnya kontras dengan apa yang dialami Tulip saat berada di lokasi wisata unggulan itu. Kunjungan Tulip ke Tor Simarsayang pada bulan Oktober 2018 bersama seseorang, justru menorehkan paradigma berpikir ‘kejamnya dunia’.

Di tempat itu, kelopak milik Tulip gugur setelah dihinggapi dan dipetik seorang pemuda pemuja aroma wewangi bunga. Hanyut dalam kesyahduan sesaat, Tulip merana berkepanjangan dalam menatap hari esok dan masa depan. Menyesali, kini sudah tiada guna. Tulip hanya bisa hiasi kesendirian dengan merenung diri.

Sanak keluarga yang melihat kesibukan Tulip kebanyakan termenung pun mulai tuai rasa curiga, tak biasanya anak gadis mereka bersikap seperti demikian. Usai dicecar dan diberondong pertanyaan layaknya seorang penyidik ke terperiksa, keterangan dari mulut kecil Tulip seperti petir di siang hari bagi sang penanya.

“Saya (Tulip) telah digagahi oleh teman sepermainan, ketika kami berdua berada di salah satu pondok (saung) yang ada di Tor Simarsayang. Permainan di luar ambang batas itu tak cuma sekali kami lakukan, tapi tercipta sampai tiga kali,” ringkih Tulip seakan menyetrum aliran organ pendengaran sanak keluarga.

Tak terima anak gadisnya diperlakukan secara tidak terhormat, pihak keluarga pun mengadukan peristiwa itu ke aparat penegak hukum. Kendati mereka sadar betul, bahwa aset berharga milik Tulip tidak mungkin kembali, namun pencuri masa depan itu harus terima ganjaran.

Pihak kepolisian yang menerima laporan pun turun memburu ke lokasi kediaman terlapor sang pencuri masa depan Tulip, tepatnya di Simpang Lobu Layan, Kelurahan Palopat Maria, Kecamatan Sidimpuan Hutaimbaru. Dan, Ahad (6/10/2019) kemarin sekira pukul 15.30 Wib, terlapor diboyong ke Mapolres.

Kepolisian setempat merilis, tersangka berinisial ASH alias Oncit (22), diduga melakukan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak sebagaimana di maksud dalam rumusan Pasal 81 Subs Pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Saat ini tersangka Oncit yang diduga mencabuli anak di bawah umur tersebut sudah kita lakukan penahanan,” ungkap Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya, disampaikan Kasubbag Humas IPTU Maria Marpaung melalui pesan tertulis diterima BERITAANDA, Selasa (8/10/2019). (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda