Tol Lampung-Palembang Siap Beroperasi, Direncanakan Presiden Akan Menyusuri Ruas JTTS

6105

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Ekspedisi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) untuk ketiga kalinya dilakukan oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno beserta rombongan, guna melihat secara langsung progres pembangunan JTTS.

Setelah melalui ruas Jalan tol Terbanggi Besar (Lampung) – Pematang Panggang dan Kayu Agung-Palembang (Sumatera Selatan) yang akan segera beroperasi, Rini bersama rombongan yang melakukan perjalanan dari Jakarta, mengaku senang dengan progres pembangunan proyek strategis pada wilayah ini.

“Sungguh perjalanan yang menyenangkan, saya mengikuti dari awal proses pembangunan tol Lampung hingga Palembang, area ini bukan mudah dibangun,” ungkap Rini.

Rini mengaku bangga hasil karya anak bangsa yang telah membangun bentangan tol dengan panjang lebih dari 360 Km.

“Ini karya anak-anak muda, karya anak bangsa yang dikerjakan dalam waktu kurang dari 4 tahun,” ujar Rini.

Rini juga berterimakasih atas dukungan Pemda OKI dalam proses pembebasan lahan untuk kebutuhan pembangunan tol.

“Terimakasih atas dukungan pemda, juga kerja keras HK, Waskita dan semua pihak hingga hari ini area yang dulunya rawa telah berubah menjadi aspal,” tukasnya.

Rini juga memastikan presiden akan menyusuri sendiri ruas Tol Lampung hingga Palembang saat siap diresmikan.

Sementara itu SVP Division VII PT Waskita Karya (Persero), Heri Supriyadi, memastikan ruas tol Terbangi besar-Pematang Panggang- Kayuagung sudah siap beroperasi.

“Kami laporkan kepada Ibu Menteri ruas PP-KA untuk main road sudah siap 100 persen. PR kami tinggal ada 2 over pass yang akan selesai akhir Agustus, ditambah 7 rest area yang selesai bertahap,” ujar Heri.

Untuk progres tol Kayuagung-Palembang sepanjang 33, 5 KM, jelas Heri, sudah mencapai 93 persen.

“Dari 33,5 Km existing menyisakan 7,9 Km yang belum diaspal. Akhir Agustus kita target selesai dan biring road selesai di akhir September,” ujar Heri.

Mengerjakan ruas tol Kayuagung-Palembang, tambah Heri, juga membutuhkan penanganan khusus karena terdapat dua jembatan besar, yaitu Jembatan Musi dan Kramasan.

“Tol PP-KA dan KA-Palembang memang butuh penanganan khusus, namun berkat dukungan semua pihak kita bisa kerjakan tepat waktu,” tutupnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda