Tidak Senang Diberitakan, Oknum Kontraktor di Kerinci Cekik Wartawan

288
Ilustrasi

KERINCI-JAMBI, BERITAANDA – Terkait pemberitaan dengan judul ‘Rehab Gedung Belakang Puskesmas Siulak Langgar Undang-Undang’ yang diterbitkan oleh media indonesiaglodia.com pada tanggal 2 Agustus 2022. Awan yang merupakan kontraktor atau rekanan pada proyek tersebut serang jurnalis bernama Harman. Bahkan diduga kuat telah terjadi tindak pidana kekerasan dengan sengaja mencekik leher wartawan tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media, Harman menceritakan kronologis kejadian bagaimana awal mula penyerangan terhadap dirinya yang dilakukan oknum kontraktor tersebut.

“Setelah pemberitaan tentang proyek Puskemas Siulak, secara kebetulan saya ada keperluan di Puskesmas tersebut. Sambil nunggu dil uar, saya melihat proyek di belakang sudah terpasang rangka baja. Namun masih belum terlihat adanya papan informasi. Perlahan saya masuk dalam ruangan, terlihat ada beberapa pekerja. Salah satu yang saya kenal adalah Jos, pada saat itu dia sedang bekerja,” terang Harman

Tidak berselang lama, lanjut Harman, Awan keluar dari ruangan dan sambil mengeluarkan kata-kata yang tidak menyenangkan dengan mengatakan, ‘kenapa kamu memberitakan proyek saya’.

“Dan tangannya pun langsung mencekik leher saya sambil menaikan tangan hendak melepaskan pukulan dan nyaris mengenai wajah saya,” ujar Harman sambil memperagakan kekerasan Awan terhadapnya.

Tidak sampai disitu saja, Harman mengatakan, Awan sempat mengancam dirinya jika dia masih memberitakan proyek yang sedang dikerjakan olehnya.

Akhir-akhir ini kekerasan terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan terus terulang di Kabupaten Kerinci. Ini menandakan memang belum sepenuhnya lembaga atau instansi yang ada memahami tugas jurnalistik yang dilindungi undang – undang.

Marhen selaku Ketua Forum Wartawan/LSM Tigo Luhah Tanah Sekudung Kabupaten Kerinci saat diminta tanggapannya mengenai kasus itu mengatakan, bahwa hal tersebut tidak bisa dibiarkan jika memang terjadi.

“Ini sudah keterlaluan, kekerasan terhadap wartawan merupakan perbuatan melawan hukum, kita bekerja melakukan investigasi di lapangan dilindungi oleh undang – undang. Jadi menghambat tugas wartawan saja itu bisa dipidana, apalagi secara sengaja melakukan kekerasan. Jika tidak ada penyelesaian secara baik, bukan tidak mungkin masalah ini akan kita bawah ke ranah hukum,” tegas Bang Marhem, sapaan akrabnya.(Tomi)

Bagaimana Menurut Anda