Tawaf Wa’dah Tingkatkan Tauhid dan Rasa Mengharukan

153

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Pelaksanaan ibadah haji di tanah suci Makkah bagi jemaah haji asal Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tinggal menghitung hari. Pasalnya, pada 29 Agustus mendatang sudah kembali ke tanah air.

Kloter VII Mes Medan (Sergai, Tebing Tinggi, Nias) dibawah koordinasi Ketua Kloter H.Syarif Husin Al Banjári, TPIHI Drs.H.Safaruddin Daulay MPd, para Karom dan Karu antara lain Iskandar Zulkarnain, H.OK.Sugiàrto serta dokter Hj.Nuraili Hafni, Hj. Sri Astuti dan paramedis H.Amir B Siregàr S.Kep, Hj. Hafni Lubis, Amkeb, berangsur-angsur telah tawaf wa’dah di Masjidil Haram.

Demikian dikatakan Ketua TPHD Sergai Ir H Soekirman yang disampaikan kepada Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Drs H Akmal, M.Si melalui WhatsApp (WA) langsung dari Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/8/2019).

Dikatakan Soekirman bahwa proses akhir dari rangkaian ibadah haji ini adalah penghormatan sekaligus ucapan selamat tinggal ke Baitullah. Dengan berurai air mata dalam tingkat ketauhidan yang tinggi, jemaah berdoa seraya memohon ampunan dari sang pencipta Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Ya Allah, sudah waktunya kami untuk pulang, bekali kami dengan sehat walafiat, tetap menjaga agama kami, berilah kami rasa taat dan setia selama-lamanya. Itulah diantara lantunan doa dengan uraian air mata,” ujar Soekirman.

Diceritakan Soekirman, ada pula yang berdoa agar diberi kesempatan untuk kembali, baik anak dan cucu keturunannya. Perlahan tanpa berpaling, usai tujuh putaran tawaf, jemaah pun meninggalkan ka’bah di tengah Kota Makkah Al Mukkaramah.

Hari ini situasi maktab dihampir semua sektor ditinggalkan jemaah, baik yang kembali ke tanah airnya atau melanjutkan perjalanan ke Masjid Nabawi di Madinah. Kampung Indonesia di Sysiah mulai kosong. Masjid Jamek yang selama ini penuh sesak dan hampir tak muat menampung jemaah sekarang tak lagi penuh. Shaf belakang 3 sampai 5 baris sudah kosong.

“Itulah kondisi menjelang berakhirnya musim haji,” ungkap Soekirman penuh haru.

Sementara itu, kawasan kampung Indonesia di sektor I dikelilingi kaki gunung yang berkait dengan Jabal Nur dan lain-lain.

Ketua Kloter VII dan beberapa anggota telah memanfaatkan kesempatan untuk ziarah di tempat pertama kali Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menerima wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui Malaikat Jibril.

Ziarah seperti ini, selain uji nyali untuk peregangan otot dalam gerak mendaki dan turun gunung. Tidak lain untuk menghayati beratnya perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam diawal masa kenabiannya. Gua Hira di atas Jabal Nur dengan ketinggian 700 mdpl dan berjarak sekitar 5 Km dari Kota Makkah.

“Cukup melelahkan dan mendebarkan, apalagi untuk jemaah usia di atas 60 tahun. Tapi begitulah falsafah para pendaki, gunung terlihat tinggi sebelum didaki, jika sudah didaki, ternyata puncaknya akan berada dibawah telapak kaki. Subhanallah hal azim,” kisah Soekirman.

Betapa mencekam perasaan semua jemaah pada hari tasrik. Semua peserta haji yang jutaan orang melakukan pelontaran jumrah di Jamarat.

Tempat yang sakral dan jadi tumpuan umat itu ternyata pada hari biasa cukup lengang. Walaupun setiap hari tetap ada saja pejiarah yang mendatangi jamarat hanya untuk mengenang kembali saat mendebarkan ketika melontar 7 butir batu, seraya berharap terlemparlah sifat-sifat syaitan yang ada pada diri jemaah.

Ziarah seperti ini juga dalan rangka mempertebal tauhid masing-masing jemaah. Bahwa tidak mudah melewati rukun dan wajib haji yang menuntut fisik yang prima. Namun kemabruran haji hanya akan diuji seberapa mulia sifat-sifat tabliq, siddik, amanah dan fatonah pasca ibadah haji dilakukan.

Jam-jam akhir dari prosesi perjalanan haji adalah mempacking barang bawaan, dan mengingat apakah ada pesanan keluarga, teman yang belum dibeli untuk dibawa pulang ke tanah air. Petugas haji sektor I sysiyah sudah melakukan ceramah tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibawa, agar jemaah terhindar dari kerugian akibat kelebihan bagasi over weight.

Rabu malam jemaah akan mengalir ke Bandara King Abdul Azis Jeddah dalam rangka check in pesawat. Selamat kembali ke tanah air Indonesia, semoga mendapat Haji Mabrur. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda