Tantangan dan Harapan Warnai Perjalanan Pembangunan 69 Tahun Tapsel

172

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu mengajak seluruh undangan untuk merenungkan bagaimana perjalanan 69 tahun Tapsel. Dimana di dalam perjalanan itu dipenuhi dengan tantangan, hambatan, dan keterbatasan dalam melaksanakan roda pemerintahan, baik di bidang pembangunan maupun di bidang sosial masyarakat.

Hal itu di sampaikan bupati pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan dalam rangka hari jadi ke-69 Tapsel tahun 2019, yang digelar di ruang sidang paripurna DPRD Tapsel, Jalan Prof Lafran Pane, Sipirok, Sabtu (23/11/2019).

“Begitu juga untuk masa depan Tapsel tentu penuh harapan yang mewarnai tugas dan tanggung jawab. Dengan demikian perlu dibangun sinergitas dan komitmen dari semua pemangku kepentingan untuk membangun dan melayani masyarakat,” katanya.

Bupati juga menyampaikan bahwa tema yang di angkat pada HUT Tapsel ke-69 adalah ‘Tapsel Sehat, Cerdas, dan Sejahtera Menciptakan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju’.

“Untuk mewujudkan tema itu perlu ada gerak langkah yang terencana, terorganisasi dan pelaksanaan secara sinergis dan efektif juga efisien, tugas itu tidak hanya kepada pemerintah tetapi untuk semua pihak,” jelasnya.

Syahrul juga mengatakan bahwa ada tiga hal yang patut digarisbawahi dalam momentun hari jadi ke-69 Tapsel. Yang pertama sebagai wahana introspeksi diri menyeluruh untuk melakukan serangkaian evaluasi atas apa yang sudah dilaksanakan. Kedua, mengasah kepekaan dan kejelian serta kemampuan membaca isu strategis yang sedang dialami daerah.

“Yang terakhir sebagai wahana meneguhkan komitmen, bersatu padu, dan kerja sama memberikan karya serta prestasi yang baik untuk Tapsel. Sesuai dengan kapasitas, kapabilitas, kompetensi, tupoksi juga fungsi dari kita masing – masing,” kata Syahrul.

Tantangan besar yang dihadapi hingga saat ini dan di masa mendatang salah satunya mengenai infrastruktur jalan, menciptakan lapangan pekerjaan, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Meskipun sebagian permasalahan daerah di berbagai sektor pembangunan telah terurai sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, hingga kita dapat melihat perubahan itu jelas – jelas ada dan menghasilkan pertumbuhan positif,” imbuhnya.

Diakhir sambutannya, bupati juga menyebutkan di tahun ini Tapsel kembali mendapat WTP yang kelima kalinya, dengan mendapat penghargaan sebagai pengelolaan keuangan terbaik dan menjadi contoh untuk kabupaten/kota di Sumut.

“Sedangkan pada tanggal 22 Nopember kemarin, kita yang pertama mendapat penghargaan level III SPIP (Sistem Pengendalian Intren Pemerintah). Di tengah keberhasilan yang kita dapat, kita harus perlu waspda dan melakukan antisipasi untuk menjaga kondusifitas kehidupan, agar tidak terkontaminasi dengan krisis mental, krisis ideologi, krisis karakter dan krisis kepercayaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2008, bahwa hari jadi Kabupaten Tapanuli Selatan diperingati tanggal 24 November.

“Di usia Tapsel yang sudah memasuki 69 tahun, teriring harapan semoga kematangan usia ini, akan laras dengan kamampuan membangun dan membawa peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Tapsel,” katanya.

Sogot juga menjelaskan, bahwa rintangan dan tantangan maupun tuntutan menyertai proses pembangunan, yang bertujuan untuk mewujudkan cita – cita luhur, untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat.

“Muara kesejahteraan yang menjadi tujuan akhir, membawa konsekuensi serta menuntut kerja keras dan kekompakan semua elemen masyarakat Tapsel. Dengan demikian tidak ada pilihan lagi bagi seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk terus berupaya meningkatkan pengabdian, dedikasi, dan loyalitas dalam membangun Tapsel kita ini,” jelas Sogot.

Sogot juga menegaskan, bahwa peringatan hari jadi Tapsel ini bukan hanya sebatas peringatan dan sekedar mengenang masa lalu. Tapi untuk mengevaluasi diri serta langkah – langkah yang telah di lalui selama ini.

“Ini juga merupakan pekerjaan kita bersama untuk dapat meningkatkan indeks pembangunan masyarakat Tapsel. Tantangan yang kita hadapi dari sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian yang menjadi fokus kita bersama. Dengan demikian semua dapat meningkatkan etos kerja sesuai dengan tugas, fungsi, kapasitas di bidang kerja masing – masing,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sogot juga menyampaikan, bahwa persaingan dan tantangan akan semakin berat di erat revolusi industri 4.0 menuntut agar meningkatkan kualifikasi dan daya saing. Daya saing yang tinggi yang dapat survive dalam era persaingan global.

“Semua dapat tercapai dengan mengoptimalkan potensi yang kita miliki, baik dalam SDM, SDA maupun warisan seni dan budaya. Dirgahayu Tapsel ini menjadi suntikan semangat untuk melanjutkan pembangunan Tapsel yang lebih baik,” pungkasnya.

Turut hadir Wakil Bupati Tapsel Aswin Efendi Siregar, Forkopimda, Wakil Ketua DPRD, Anggota DPRD, Sekda Tapsel Parulian Nasution, Sekretaris DPRD, asisten, staf ahli, pimpinan OPD, kepala bagian, camat se-Kabupaten Tapsel, pimpinan BUMN dan BUMD. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda