Syahrul: Jangan Biarkan Harimau dan Orangutan Punah

381

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga hutan dengan tidak merusaknya. Agar Harimau dan Orangutan beserta habitat lainnya yang berada didalamnya tidak punah.

Ajakan itu disampaikannya Kamis (29/8/2019), saat membuka acara puncak peringatan Hari Harimau (29 Juli) dan Hari Orangutan (19 Agustus) sedunia tahun 2019, bertempat di aula Sarasi II, kantor Bupati Tapsel, Jalan Prof Lafran Pane, Sipirok.

Turut hadir Wabup Tapsel Aswin Efendi Siregar, Forkopimda, anggota DPRD Dolly P. Parlindungan Pasaribu, Sekda Parulian Nasution, Kepala KSDA Wilayah III Padangsidimpuan Gunawan, lembaga peduli lingkungan, pelajar SD, SMP, dan SMA, serta tenaga pengajar sekolah.

“Hutan merupakan bagian dari alam semesta yang harus benar-benar dijaga dan dipelihara dengan baik. Merusaknya sama dengan mengabaikan anugerah dan tanggung jawabnya teramat berat dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tutur Syahrul mengingatkan.

Oleh karenanya, sambung dia, mari menjaga alam agar tetap baik. Sebagaimana Islam megajarkan untuk menjaga hubungan dengan sang maha pencipta, begitu juga hubungan dengan manusia yakni hablum minallah wa hablum minannaas.

Di dalam agama apapun, tak satupun yang mengajarkan pemeluknya untuk merusak hutan dan membunuh harimau, orangutan beserta habitat lainnya di atas muka bumi ini. Bagi yang mengabaikan amanah itu, nantinya akan dituntut di mahkamah akhirat.

Sejalan dengan peringatan hari harimau dan orangutan ini, Syahrul meminta semua komponen masyarakat utamanya generasi muda menjadikannya sebagai momentum mencintai alam dan seisinya dengan merawat dan melestarikan lingkungan (ekosistem).

Masih kata Bupati Tapsel, kekayaan sumber daya alam daerah ini merupakan pinjaman yang harus dilestarikan dan dilindungi sedaya mampu yang dimiliki. Karena, itu semua kelak akan dititipkan kepada anak cucu di masa depan.

Terkait kekayaan sumber alam Tapsel, seperti PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW, program strategis nasional yang patut disyukuri. Sebab tujuannya guna memenuhi energi baru terbarukan 35 ribu MW, mengurangi emisi karbon dan penggunaan fosil.

“PLTA Batang Toru mengurangi emisi gas rumah kaca mencapai 1,6 juta metrik ton CO2 atau 4% target sektor energi Indonesia pada tahun 2030,” ungkap Communications and External Relation Direktur PT. NSHE, Firman Taufik, dalam pemaparannya.

Sisi lainnya, menurut Firman, PLTA ini juga merupakan pembangkit listrik energi terbarukan yang akan mengurangi peran pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) pada saat beban puncak di Sumatera Utara (Sumut).

Di akhir acara, bupati menyerahkan secara simbolis peralatan pendukung kegiatan konservasi biodiversitas di wilayah ekosistem Batang Toru dari Direktur PT. NSHE, kepada Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSD) Sumut. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda