Songsong Pilkada Tapsel, Masyarakat Diminta Jadi Pemilih Cerdas

375

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel) sudah semestinya menjadi pemilih yang cerdas, dan responsif menggunakan hak politiknya pada saat pemilihan kepala daerah. Sikap demikian itu berpengaruh kepada kesinambungan pembangunan.

“Rakyat berdaulat penuh menjatuhkan hak pilihnya ke arah mana. Jika rakyat sudah menentukan, maka tak siapa pun bisa mengubahnya,” kata Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu, saat membuka launching pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tapsel tahun 2020, di alun-alun Pasar Sipirok, Rabu (20/11/2019).

Bagi Syahrul, Pilbup Tapsel mendatang akan dipantau oleh banyak pihak. Bukan hanya di tingkat nasional, bahkan dari luar negeri. Karenanya, bupati meminta penyelenggara, baik itu Bawaslu atau KPU agar tetap konsisten melaksanakan peraturan yang berlaku.

Sementara, Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib mengapresiasi penuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, yang melaunching Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Tapsel 2020. Pihaknya juga siap menyongsong pilkada serentak pada 23 September 2020 mendatang.

“Kami jajaran kepolisian siap menjaga keamanan demi terciptanya situasi yang kondusif pada perhelatan pilkada langsung di Kabupaten Tapanuli Selatan nantinya,” kata Kapolres menegaskan.

Sedangkan Ketua KPU Tapsel Panataran Simanjuntak menyakini, pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tapsel tahun 2020 amat membutuhkan partisipasi serta kepedulian masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

“Masyarakat punya peran penting dalam menentukan arah kemajuan Tapsel yakni keikutsertaan memilih pimpinan daerah untuk 5 tahun kedepan,” kata dia sembari mengemukakan bahwa maskot pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tapsel 2020 diberi nama ‘Si Asla’.

‘Si Asla’, jelas Panataran, singkatan dari Asam Siala, yang merupakan gambaran sosok maskot yang diharapkan mampu menjadi kekuatan penggerak untuk mengajak masyarakat Tapanuli Selatan ikut serta pada pilkada mendatang.

“Asla sudah menjadi ikon Tapsel sejak dari zaman dahulu. Masyarakat Angkola menjadikannya sebagai lambang filosofis dalam kehidupan sosial budaya, khususnya di daerah Kabupaten Tapsel,” tandas Panataran. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda