Soekirman: Para CJH Sergai Betah di Makkah

173

SERGAI-SUMUT, BERITANDA – Calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang tergabung dalam kloter 7 bersama dengan Kota Gunung Sitoli, Kota Tebing Tinggi dan Kota Binjai berjumlah 391 orang, sudah dua hari menetap di Makkah dalam kondisi sehat.

“CJH juga telah melaksanakan wajib umroh (ihram, tawaf ifadah, sai dan tahalul),” jelas Bupati Sergai Ir H Soekirman selaku Ketua Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) melalui WhatsApp kepada Kadis Kominfo Drs H Akmal, M.Si langsung dari Makkah Arab Saudi, Senin (29/7/2019) malam.

Dikatakan Soekirman, bahwa sejak mengambil miqod di Bir Ali Madina pada Sabtu sore lalu, semua jemaah dalam kondisi sehat, walaupun ada beberapa jemaah yang sudah lansia difasilitasi dengan kereta dorong.

“Kabupaten Sergai dengan jumlah jemaah sebanyak 198 termasuk TPHD, TKHD, ketua kloter, serta TPIHI sudah melaksanakan ibadah wajib umroh sesuai rencana,” kata Soekirman.

Saat jemaah kloter 7 berada di kota Makkah, lanjutnya, telah memanfaatkan waktu dengan ibadah sunnah di Masjidil Haram yang ada di sekitar pemondokan. Disamping itu, dalam rangka mempertebal keimanan, ada juga jemaah yang memanfaatkan momen di tanah suci untuk melakukan ziarah di sekitar Kota Makkah.

Bupati Soekirman mengutarakan jika dibandingkan dengan Madinah, di Makkah suhu harian di luar rumah berkisar 37 hingga 39 derjad celcius. Ini membuat jemaah lebih bisa beradaptasi dengan cuaca di Makkah dibanding Madinah yang mencapai 48 derjad celcius.

Sementara terkait dengan ketersediaan makanan, dijelaskan bupati, bahwa makanan di Makkah yang disediakan oleh catering daker Makkah tidak ada masalah.

“Disamping untuk sarapan pagi, di hotel tempat jamaah Indonesia menginap selalu ada penjual yang menyediakan nasi uduk, nasi goreng, dan soto, maupun nasi pecal. Hampir semua cocok dengan lidah orang Indonesia,” katanya.

Sedangkan masalah jarak yang relatif jauh ke Masjidil Haram, bupati mengemukakan bahwa daker Makkah telah menyediakan shuttle bus setiap saat melintas di depan hotel dengan diberi nomor bus 5 jurusan syisyah langsung ke terminal Haram.

“Bus tersebut ber AC dan gratis tentunya,” kata Soerkirman.

“Dengan memperhatikan kondisi jemaah pada pelaksanaan ibadah setiap harinya, dapat dipastikan bahwa jemaah haji yang tergabung dalam kloter 7 dinyatakan betah tinggal di Arab Saudi,” ungkapnya lagi.

Kembali diceritakan Soekirman, terdapat kisah menarik di sela-sela tugasnya sebagai TPHD bersama ketua kloter serta TPHI dan beberapa karom, telah diundang oleh orang Indonesia yang bermukim di Makkah selama 20 tahun bernama Muniri.

“Kami diajak makan siang, sambil bercerita tentang situasi haji tahun ini. Beliau sangat akrab dengan jemaah asal Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Dan selalu siap membantu apa saja yang diperlukan dalam menyempurnakan ibadah haji,” jelas Soekirman.

Sedangkan yang berkaitan dengan tim pelayanan kesehatan dari TKHD, setiap hari melayani jemaah sekitar 20 – 25 orang. Umumnya konsultasi batuk, flu, gatal-gatal, serta masuk angin.

Turut serta dalam Kloter 7, Ketua Kloter Husin Syarif, dari TPIH Syarifuddin Daulai dan TKHD antara lain dr Sri Astuti serta dr Nurlaili Hafni, dibantu dengan paramedis Hafni dan Amir Siregar.

“Semua tim karom selalu bekerja dengan kompak dan bahu-membahu, didukung dengan teknologi WhatsApp Group dari petugas kloter sehingga komunikasi berjalan dengan lancar,” pungkas Bupati Soekirman selaku Ketua TPHD Sergai dalam laporan dari Makkah, Arab Saudi. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda