Silaturahmi Kedaerahan 10 Provinsi Sumatra: Dari Yogyakarta, Mahasiswa Bangun Kekuatan untuk Indonesia

8

YOGYAKARTA, BERITAANDA – Semangat kebersamaan mahasiswa daerah kembali menemukan momentumnya melalui kegiatan Silaturahmi Kedaerahan 10 Provinsi se-Sumatra yang diselenggarakan dalam wadah Sumatran Student Communication Forum (SSCF), Ahad (26/4/2026).

Bertempat di Asrama Balai Sriwijaya IKPM Sumatra Selatan, kegiatan ini mengusung tema ‘Dari Sumatra untuk Indonesia: Menjalin Silaturahmi, Menguatkan Persaudaraan di Yogyakarta’.

Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis yang mempertemukan para Ketua Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) dari 10 provinsi di Pulau Sumatra, yakni Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Utara, dan Aceh.

Dalam forum itu, masing-masing perwakilan memaparkan profil organisasi daerahnya, mulai dari sejarah, struktur kepengurusan, hingga program kerja yang telah dan akan dijalankan.

Dari berbagai pemaparan tersebut, terlihat bahwa setiap daerah memiliki kekuatan dan potensi besar. Namun, potensi itu dinilai akan jauh lebih berdampak apabila terbangun sinergi dan komunikasi yang terarah antarorganisasi mahasiswa daerah.

Forum ini pun menjadi langkah awal dalam menyatukan visi serta memperkuat jejaring antarmahasiswa Sumatra di perantauan.

Momentum penting dalam kegiatan ini adalah terbentuknya Presidium Nasional Mahasiswa se-Sumatra. Thomas, Ketua Umum IKPM Sumatra Selatan, terpilih sebagai presidium nasional yang akan mengoordinasikan forum lintas provinsi tersebut.

Sementara itu, posisi sekretaris diisi oleh Aulia Hamdi DS, perwakilan dari IKPM Sumatra Utara, sedangkan posisi bendahara dipercayakan kepada Rikie Febrian dari Bangka Belitung.

Susunan kepengurusan ini mencerminkan semangat representasi dan kebersamaan dalam membangun organisasi yang inklusif, solid, dan berorientasi pada kolaborasi lintas daerah.

Pembentukan presidium ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya program-program kolaboratif yang nyata dan berkelanjutan.

Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan forum ini menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan sosial serta memperkuat identitas kebangsaan.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan, kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa kolaborasi lintas daerah tidak bisa berhenti pada seremoni semata. Dibutuhkan komitmen bersama, dukungan nyata, serta ruang partisipasi yang lebih terbuka agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga bagian dari solusi.

Melalui tema yang diusung, kegiatan ini menegaskan bahwa persaudaraan yang dibangun dari Sumatra di Yogyakarta bukan sekadar pertemuan, melainkan langkah awal menuju kontribusi yang lebih luas, dari Sumatra untuk Indonesia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda