Si Jago Merah Kembali Mengamuk, Kali Ini Menimpa Rumah Beserta Toko Warga Srigeni

1260

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kali ini si jago merah mengamuk di Kampung 4 Desa Srigeni Kecamatan Kayuagung, Senin (11/11/2019) siang.

Dalam peristiwa kebakaran ini, kobaran api melahap rumah berikut toko 3 pintu milik Abdul Kadir (48) yang dihuni dua kepala keluarga, yaitu Abdul Kadil beserta keluarga anaknya, Ade Kurniawan.

Sekira pukul 13.00 Wib, kobaran api mulai melahap rumah berbentuk ruko 3 pintu, yang dijadikan tempat tinggal sekaligus toko bangunan dan alat-alat perikanan oleh pemiliknya. Sehingga nyaris ludes terbakar.

“Begitu dapat laporan, kita ke tempat kejadian mengerahkan 2 unit mobil Damkar dan 12 orang personel, ditambah 4 orang personel Satpol PP,” kata Kasat Satpol PP dan Damkar OKI Aleksander Bustomi melalui Kabid Damkar, Syawal Harahap.

Setiba di lokasi pada pukul 13.20 Wib, kata Syawal lagi, kita langsung melokalisir kobaran api agar tidak merambat ke rumah sisi kiri, yaitu rumah Kelit (58), yang sudah disambar api di bagian displang rumahnya.

“Setelah melokalisir perambatan api, kita selanjutnya fokus memadamkan titik api di objek yang terbakar. Dan alhamdulillah bagian dapur rumah, lantai bawah masih dapat kita selamatkan. Api dapat dikuasai setengah jam setelah tiba di lokasi,” ungkap Syawal.

Masih kata Syawal, dan proses pendinginan butuh waktu hampir 1,5 jam karena banyak bahan material yang mudah terbakar berupa cat, terpentin, paralon dan alat – alat listrik berbahan plastik serta alat nelayan seperti jaring ikan berbahan benang dan nylon.

“Rumah yang terbakar adalah bentuk ruko 3 pintu, rumah tempat tinggal sekaligus toko bangunan dan alat perikanan. Ukuran 9×12 meter, dengan konstruksi semi permanent 2 lantai. Lantai atas berupa kayu, dinding bawah batako, dinding atas papan serta atap campuran seng dan genteng,” ujar Syawal.

Akibat kebakaran ini, kerugian material lebih kurang Rp1 miliar, termasuk uang tunai ratusan juta rupiah dan perhiasan emas. Lanjut Syawal, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Api diduga dari konsleting listrik di lantai bawah bagian depan ruko,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda