Sengketa Lahan Warga Perigi Vs PT Rambang Agro Jaya, Hakim Sarankan Kedau Belah Pihak Lakukan Mediasi

906

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Hakim ketua Firman Jaya yang memimpin persidangan sengketa lahan antara penggugat Muhammad Salim warga Kelurahan Perigi Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan pihak tergugat PT Rambang Agro Jaya, menyarankan agar kedau belah pihak terlebih dahulu melakukan mediasi untuk menyelesaikan persengketaannya.

Menurut dia, bagaimanapun mediasi adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan persengketaan.

“Kalau tercapai perdamaian Alhamdulillah, kalau tidak baru nanti kita masuk ke persidangan sesungguhnya,” ujar Firman Jaya dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, Rabu (7/1/2020) siang.

Dikatakan Hakim Firman Jaya, proses mediasi bukankah hal basa-basi dalam penyelesaian masalah. Untuk itu, ia mengimbau agar kedua belah pihak memanfaatkan betul momen ini. “Karena bagaimanapun juga mediasi adalah jalan terbaik menyelesaikan persengketaan,” kata dia.

Terkait mediasi ini, jelas Firman, akan dipimpin oleh Reza dengan masa mediasi paling lama 30 hari. Meskipun demikian, lanjutnya, hal ini bisa berubah karena proses mediasi selesai atau ada laporan kepada pihaknya bahwa mediasi gagal dilakukan.

Pantauan usai persidangan yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut, masing-masing penasehat hukum penggugat dan tergugat menuju salah satu ruangan untuk bertemu mediator dan kembali keluar. Saat keluar, kedua penasehat hukum ini tak banyak bicara saat disapa wartawan yang menunggu.

“Nanti dilanjutkan pekan depan. Maaf mas saya penasehat hukum substitusi mas, jadi gak bisa banyak kasih statement, nanti sekalian pekan depan saja,” ujar penasehat hukum penggugat, Yulieta.

Sementara penasehat hukum dari pihak tergugat langsung keluar dari pintu berbeda dan tidak memberikan komentar apapun.

Informasi dihimpun, perkara ini muncul lantaran adanya dugaan perbuatan melawan hukum (dalam gugatan penggugat) oleh tergugat yang diduga telah melakukan pengelolaan lahan yang dijadikan lahan perkebunan, yang sejatinya menurut pihak tergugat lahan tersebut adalah miliknya. Tergugat diduga telah menggarap lahan ini sejak beberapa tahun lalu dan mengakibatkan penggugat menderita kerugian. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda