Sebelum Ucap Insya Allah, Biden Pernah Kutip Hadis Nabi

50

AMERIKA SERIKAT, BERITAANDA – Calon Presiden (capres) AS dari Demokrat, Joe Biden, mengucapkan ‘Insya Allah’ pada saat debat capres melawan Donald Trump. Sebelumnya, Biden pernah mengutip hadis nabi.

Video Biden mengutip hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam itu diunggah di akun YouTube surat kabar AS, The Hill, pada 21 Juli lalu. Biden berjanji, jika terpilih dan berkantor di Kantor Oval Gedung Putih, dia akan menandatangani undang-undang kejahatan rasial dan menunjuk staf muslim.

“Saya ingin bekerja dalam kemitraan dengan Anda untuk memastikan suara Anda termasuk dalam proses pengambilan keputusan, saat kami bekerja untuk membangun kembali bangsa kita,” kata Biden dalam acara virtual yang diselenggarakan oleh Emgage Action, sebuah komunitas muslim (Political Action Committee/PAC) yang terbesar di AS.

Acara bertajuk KTT Million Muslim Vote ini diselenggarakan sebagai bagian dari kampanye untuk meminta 1 juta pemilih muslim memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden 2020. Emgage Action mendukung Biden pada bulan April, setelah Senator Bernie Sanders–pendukung asli kelompok tersebut–mengakhiri kampanyenya.

Di pengujung pidato, Biden kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Hadis itu tentang pentingnya melawan kemungkaran.

“Hadis dari Nabi Muhammad menginstruksikan, barang siapa diantara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, hendaklah ia mengubah dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah,” tuturnya.

Sebelumnya, dilansir CNN, Kamis (1/10/2020), bahwa mulanya, Biden menekan Presiden Donald Trump tentang kapan publik AS akan melihat pengembalian pajaknya yang telah lama dinantikan, dia bertanya, “Kapan? Insya Allah?”

Dalam bahasa sehari-hari, ‘Insya Allah’ berfungsi sebagai respons ‘tidak berkomitmen’ terhadap sebuah pertanyaan alias jika hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menghendaki.

Perbincangan di media sosial menyebut bahwa ungkapan ‘Insya Allah’ yang diucapkan oleh Biden ialah sindiran untuk Trump, yakni soal ketidakpastian pengembalian pajak Trump. Trump dianggap hanya mengembalikan pajak jika Tuhan berkehendak.

Diketahui bahwa Trump tidak pernah merilis pengembalian pajaknya ke publik, sesuatu yang tidak sejalan dengan kandidat presiden dan petahana dari Partai Republik dan Demokrat sebelumnya. [*]

Sumber: detik.com

Bagaimana Menurut Anda