Sampai Bulan Juli 2019, Peserta JKN-KIS di Gunungsitoli di Atas 95,5%

245

GUNUNGSITOLI-SUMUT,BERITAANDA – Gathering Badan Usaha BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli tahun 2019 dan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli dengan Dinas PMPPTSP Kota Gunungsitoli, dilaksanakan di Grand Kartika, Senin (29/7/2019).

Kepala BPJS Cabang Gunungsitoli Harry mengatakan, program JKN-KIS salah satu program Nawacita Presiden Ir. Joko Widodo, bahwa untuk kesejahteraan sosial salah satunya adalah bagaimana  meng-cover seluruh penduduk Indonesia mendapatkn jaminan kesehatan.

Jelasnya, kepesertaan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN- KIS) yang sudah tercover secara nasional sampai bulan Juli 2019 sebanyak 223 juta jiwa (78%). Untuk di Kepulauan Nias yang terdiri dari 4 kabupaten 1 kota, peserta program JKN- KIS tercover sebanyak 720 ribu jiwa (86%)

“Terkhusus untuk Pemerintah Kota Gunungsitoli, kami mengucapkan terimakasih kepada walikota dan juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli atas dukungannya. Karena sampai bulan Juli 2019, peserta JKN- KIS yang sudah mencapai di atas 95,5%. Artinya telah memenuhi target cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC),” paparnya.

Sedangkan untuk fasilitas kesehatan, BPJS kesehatan Cabang Gunungsitoli telah bekerjasama dengan 91 fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdiri dari Puskesmas, klinik swasta dan tempat praktek se-Kepulauan Nias. BPJS juga telah bekerjasama dengan 2 rumah sakit milik pemerintah daerah dan 1 rumah sakit milik swasta.

“720 ribu jiwa penduduk yang sudah terdaftar di Kepulauan Nias, kami merasa fasilitas yang ada belum mencukupi untuk ketersediaan fasilitas kesehatan. Jadi kami harapan dukungan dari pemkot dengan memperbanyak fasilitas-fasilitas kesehatan yang baik di Kota Gunungsitoli,” ungkapnya.

Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhamizaro Zebua menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sangat memperhatikan kesehatan warga, baik itu dari pusat hingga daerah.

“Kita sangat mengapresiasi yang tinggi atas kepedulian dan kerja keras BPJS untuk pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Gunungsitoli. Dimasa yang akan datang, kita berharap BPJS Kesehatan memiliki terobosan baru, yakni melihat langsung ke desa dan pelosok siapa saja yang layak menerima jaminan kesehatan, sehingga masyarakat belum memiliki kemampuan dan kecakapan untuk memperoleh jaminan bisa mendapatkan jaminan kesehatan yang dimaksund,” kata dia.

Di akhir arahannya, walikota mengapresiasi beberapa perangkat daerah yang membuat beberapa terobosan baru, diantaranya puskesmas yang menerapkan teknik jemput bola di lapangan.

“Pelayanan kesehatan dilakukan dengan mengunjungi warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan, terutama di pelosok-pelosok,” ujarnya. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda