Rupinus Lepas Keberangkatan 510 Masyarakat Penerima Program Tora Presiden

175
Pelepasan rombongan masyarakat penerima program Tora Presiden RI di Pontianak. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Sebanyak 510 masyarakat dari beberapa kecamatan di Kabupaten Sekadau diberangkatkan ke Kota Pontianak oleh Bupati Rupinus SH M.Si, Rabu (4/9/2019), di Betang Yout Center Sekadau Hilir.

Rombongan ini akan mengikuti kegiatan penyerahan secara simbolis surat keputusan (SK) dan peta program Tanah Objek Reformasi Agraria (Tora) oleh Presiden Jokowi di Kota Pontianak Kalbar, Kamis (5/9/2019) besok.

Keberangkatan ratusan masyarakat yang berdomisili di kawasan hutan lindung wilayah Kabupaten Sekadau ini menggunakan 11 unit bus Damri, dan dikawal Patwal Sat Lantas Polres, Perhubungan serta ambulance RSUD Sekadau.

Turut hadir dalam pelepasan itu terlihat Wakil Bupati Aloysius, Kapolres AKBP Anggon Salasar Tarmizi SIK, Pabung Kodim 1204 Sanggau Mayor Arh M Setiawan dan pejabat dinas OPD terkait.

Bupati Sekadau Rupinus menjelaskan, bahwa sebelumnya pemerintah pusat menyetujui program Tora diperuntukan bagi lahan yang telah ada pemukiman masyarakat, dan lahan untuk pembangunan fasilitas umum pemerintah.

“Tora merupakan objek tanah yang masuk dalam program agraria. Program ini untuk membebaskan lahan masyarakat di dalam kawasan hutan lindung,” kata bupati.

Lanjut dia, kawasan hutan lindung yang selama ini tidak bisa dikelola akan dikeluarkan dari kawasan hutan lindung, sehingga kedepannya tanah yang masuk dalam program Tora dapat dibangun berbagai fasilitas dan pemukiman masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

“Masyarakat akan menerima SK Presiden mengenai sertifikat Tora yang ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pengukuran dan sertifikasi oleh BPN, SK akan dilengkapi peta, agar diketahui daerah mana yang dikeluarkan dari kawasan hutan lindung,” papar bupati.

Kabupaten Sekadau mendapatkan 7.300 hektare lahan dalam program Tora, dan seluruh Kalimantan 80 ribu hektare.

Bupati juga mengingatkan nantinya tanah yang telah dikeluarkan dari kawasan hutan lindung agar jangan diserahkan pada perkebunan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sekadau mengusulkan sebanyak 18 ribu hektare lahan yang masuk dalam program Tora tahun 2019. Dari usulan tersebut, Kabupaten Sekadau mendapatkan jatah seluas 6.000 hektare, dan hasil realisasi oleh pemerintah pusat dipenuhi seluas 7300 hektare. Lahan yang masuk dalam program Tora diperuntukan pembagunan fasilitas umum dan sosial, baik yang telah ada maupun yang akan dibangun kedepannya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda