PWI Tabagsel Minta Polri Ungkap Tabir Kematian Marsal

130
Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Kematian Mara Salem Harahap alias Marsal, wartawan sekaligus Pemimpin Redaksi Lassernewsodays.com pada Sabtu [19/6] lalu, terus menuai simpatik berbagai kalangan.

Seperti halnya Persatuan Wartawan Indonesia Tapanuli Bagian Selatan (PWI Tabagsel), meminta supaya misteri penyebab kematian Marsal yang ditemukan dengan luka tembak di tubuh itu segera diungkap aparat berwenang.

“Kami mendukung penuh Polri, yang dalam hal ini Polda Sumatera Utara dan Polres Simalungun agar mengusut dan mengungkap tuntas tewasnya rekan kami itu,” pinta Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap, Selasa (22/1).

Menurutnya, sejauh ini Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. R.Z Panca Simanjuntak sudah cukup memberikan atensi atas tragedi memilukan tersebut dengan membentuk tim khusus dipimpin Dirreskrimum Polda Sumatera Utara.

“Tentunya kita menaruh harapan besar tim yang dibentuk oleh Bapak Kapolda Sumatera Utara itu bisa menemukan latar motif tewasnya rekan seprofesi kami itu. Tragedi ini harus diungkap dengan terang benderang,” harap Falah.

Ia melihat, tragedi kematian Marsal merupakan rentetan kasus kekerasan yang keempat terhadap wartawan yang terjadi dalam kurun waktu 2 bulan ini di Sumatera Utara.

Pada tanggal 29 Mei 2021 di Kota Pematangsiantar, ada kasus percobaan pembakaran rumah Abdul Kohar Lubis, wartawan linktoday.com. Selang 2 hari, mobil wartawan Metro TV dibakar oleh orang tak dikenal di Deli Serdang.

Kemudian 13 Juni 2021, rumah orang tua dari Syahara Sofyan, wartawan Metro24, di Kota Binjai dibakar orang tak dikenal dengan cara dilempari dengan bom molotov. Dan teranyar, Marsal Harahap di Kabupaten Simalungun.

“Kami (PWI Tabagsel) menolak serta mengecam setiap aksi kekerasan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas mulia sebagai pemberi informasi ke masyarakat,” tegas Falah yang juga wartawan media Waspada itu.

Seharusnya, kata dia, bagi pihak yang merasa keberatan atas pemberitaan wartawan, dapat menempuh cara-cara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers. Di dalamnya ada pasal yang mengatur itu.

“Oleh karena itu, kepada rekan jurnalis/wartawan diharap agar bekerja profesional sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam UU Pers dan kode etik jurnalis. Serta, tetap menomorsatukan keselamatan jiwa,” pesan Sukri Falah.

Atas nama pribadi maupun organisasi, tidak lupa Ketua PWI Tabagsel tersebut mengucapkan turut berdukacita dan berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas kematian Marsal, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Semoga Allah Subahanahu Wa Ta’ala menempatkan mu di tempat terbaik. Kami akan melanjutkan perjuanganmu, terus menyuarakan kemerdekaan pers merupakan harga mati dan tak boleh dirampas di republik ini,” tutup Falah. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda