Putus Penularan Covid-19 di Sidimpuan, Polres Bentuk Tim Tracing

148
Salah satu personel Tim Tracing bentukan Polres Padangsidimpuan tampak menyambanyi kediaman warga.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Polres Padangsidimpuan membentuk tim tracing yang berfungsi membantu pemerintah daerah memutus mata rantai penularan Covid-19 sampai ke tingkat lingkungan dan dusun.

Tim ini berjumlah 54 personel Polri, terdiri dari 23 Bhabinkamtibmas dan 31 personel bantuan dari Mapolres Padangsidimpuan. Tim tersebut telah bertugas sejak 22 Juli, dan sudah mendatangi puluhan warga terkonfirmasi dan kontak erat ke rumahnya.

Pada saat melakukan tracing warga terkonfirmasi Covid-19 dan para kontak erat, tim sering hadir berbarengan dengan personil TNI (Bhabinsa), tenaga kesehatan Puskesmas dan kepala lingkungan atau kepala dusun.

Ketika melakukan tracing, tim hanya mengenakan pakaian biasa dan dibekali tanda pengenal. Tim menjelaskan apa itu isolasi mandiri dan memberikan brosur panduan cara menjalankannya.

“Personel kita sengaja diperintahkan tidak berseragam Polri, agar suasana pendekatan terhadap warga terkonfirmasi Covid-19 lebih humanis,” kata Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini kepada wartawan, Selasa (3/7).

Kapolres yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menjelaskan, pembentukan dan penugasan tim tracing ini berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021 tentang pengendalian penanganan Covid-19.

Tujuan pembentukannya antara lain untuk mengetahui keadaan warga yang terkonfirmasi Covid-19 dan melakukan pelacakan terhadap kontak eratnya. Menuntun dan mengawasai warga yang terkonfirmasi agar disiplin menjalani isolasi mandiri dan tidak bepergian.

Selanjutnya memberi motivasi dan semangat kepada warga terkonfrimasi Covid-19 dengan melibatkan Kepala Lingkungan/Kepala Dusun dan tokoh masyarakat. Melacak asal usul terkonfimasi agar dapat segera dilakukan upaya peminimalisiran penularannya.

Kapolres menambahkan, tracing dilakukan bukan sekedar mendatangi warga terkonfirmasi dan para kontak eratnya. Tetapi juga memberi bantuan sembako bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Personel kita juga memantau kondisi rumah warga yang terkonfirmasi itu. Apabila dinilai tidak layak dijadikan tempat isolasi mandiri, maka disarankan agar ke tempat isolasi terpadu milik pemerintah di komplek perkantoran Pal IV Pijorkoling,” jelasnya.

Usai belasan hari berjalan, perkembangan warga terkonfirmasi Covid-19 mengalami penurunan. Tetapi menurut AKBP Juliani, penurunan itu tidak mutlak karena kinerja baik tim tracing, namun juga berkat upaya-upaya berbagai elemen di Padangsidimpuan.

Point penguatan yang dilakukan dalam tracing ini, katanya, adalah testing, tracing, treatment (3T). Kapolres pun berterima kasih kepada warga yang sudah menerima secara terbuka petugas tracing.

“Ingat, terkena Covid bukanlah aib. Karena itu, mari saling dukung dan memberi motivasi serta kepedulian, agar supaya warga yang terkonfirmasi bisa segera sembuh,” pesannya. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda