Program ‘Keroyok Vaksinasi’ di OKI Telah Suntik 350 Ribu Jiwa

25
Bupati Iskandar memantau langsung pelaksanaan vaksinasi massal. [Sumber Foto Kominfo OKI]

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Program ‘keroyok vaksinasi’ yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir [Pemkab OKI] membuahkan hasil.

Sejak dicanangkan Bupati OKI pada 25 Oktober 2021 lalu, jumlah warga yang divaksin Covid-19 bertambah sebanyak 350.910 orang atau meningkat hingga 37 persen dari target 557 ribu jiwa.

“Diawal pencanangan 25 Oktober lalu, capaian kita baru sekitar 16 persen. Per hari ini sudah mencapai 37 persen atau 350 ribu jiwa,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI, Iwan Setiawan, saat pelaksanaan ‘keroyok vaksinasi’ di Zona 3, Senin (8/11).

Sebelumnya, untuk mengejar herd immunity strategi ‘keroyok vaksinasi’ perzona diterapkan oleh Pemkab OKI.

“Ada empat zona intervensi vaksinasi yang kita keroyok. Sudah berjalan di 3 zona dengan realisasi sebanyak 116.970 atau meningkat 21 persen dari kondisi awal sejak dicanangkannya program ‘keroyokan’ ini,” jelas Iwan.

Iwan optimis target 70 persen penduduk Ogan Komering Ilir tervaksin bisa dicapai diakhir tahun ini.

Capaian ini tak lepas dari program ‘keroyok vaksinasi’ yang dikomandoi langsung Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE.

Seperti pada Senin (8/11), Iskandar didampingi Ketua TP PKK Linda Sari Iskandar dan Duta Literasi OKI M.Alki Ardiansyah memantau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Kecamatan SP Padang, Pampangan dan Jejawi.

Kehadiran Bupati Iskandar menjadi penyemangat warga untuk mendapatkan layanan vaksinasi secara gratis.

“Masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan layanan vaksinasi hari ini. Sejak pagi mereka telah berdatangan,” ujar Syawal Harahap selaku Camat SP Padang.

Pihaknya mengerahkan vaksinator di masing-masing Puskemas yang berada di Kecamatan SP Padang, agar memastikan masyarakat mendapatkan vaksin dengan cepat dan mudah.

Setelah dari lokasi program keroyokan vaksinasi di kantor Kecamatan SP Padang, Bupati OKI dan rombongan melanjutkan tinjauan vaksinasi di Kecamatan Pampangan dan Kecamatan Jejawi.

Iskandar mengibaratkan vaksin sebagai pelindung ketika berkendara.

“Kita tidak mampu memprediksi terjadinya kecelakan, namun dengan kita menggunakan alat pelindung yang lengkap maka resiko kecelakaan dapat diminimalisir. Kita yang telah divaksinasi ini bisa lebih terlindungi dan bisa mengurangi dampak resiko jika terpapar setelah mendapatkan vaksinasi,” kata Bupati Iskandar.

Iskandar juga mengingatkan, meski level PPKM secara nasional diturunkan dan kondisi di OKI masih dalam kategori terkendali, dia meminta masyarakat tetap displin untuk menerapkan protokol kesehatan, mulai dari diri sendiri dan sesama. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda