Prihatin Pemilu 2019, Mahasiswa Usung Boneka Pocong dalam Aksinya

495

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Negara Kesatuan Republik Indonesia menggelar aksi demo di depan kantor KPU Padangsidimpuan, Jumat (24/5/2019).

Pantauan BERITAANDA, ratusan peserta demo tampak berkumpul di depan mobil komando sound system. Para demonstran terlihat mengusung sebuah boneka pocong, simbol matinya hati nurani penyelenggara pemilu yang menurut mereka adalah lembaga KPU.

Innalillahi wa innailaihi roji’un, tercatat sudah ada 600 orang lebih meninggal dunia akibat pesta demokrasi terakbar pada tahun ini. Namun, belum terlihat upaya signifikan dari jajaran KPU untuk menuntaskan tragedi kemanusiaan ini,” ujar juru bicara aksi, Alan Sayid Abdillah, dalam orasinya.

Tak cukup sampai disitu, ungkap dia, kontestasi politik yang seharusnya menjunjung tinggi nilai asas kejujuran, independensi serta ketransparanan, justru ternodai dengan banyaknya kejanggalan-kejanggalan pemilu yang terjadi dan membuat miris hati rakyat.

“Kami barisan mahasiswa, merasa punya kewajiban dan beban tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan dan melawan ketidakadilan, demi tetap berjalannya demokrasi yang sehat di Indonesia. Dan aksi turun jalan ini akan terus digelar, sepanjang hak-hak rakyat belum terpenuhi,” tegasnya.

Menurut mereka, penyebab kematian sejumlah petugas pemilu harus diusut secara tuntas berupa dilakukannya autopsi, dan KPU didesak atas hal itu. Kedepan, sistem pelaksanaan pemilu serentak seperti sekarang ini harus dievaluasi agar tak ada lagi korban berjatuhan dikemudian hari.

Menanggapi aspirasi massa, Ketua KPU Padangsidimpuan Tagor Dumora Lubis menyebutkan, sekalipun pemilu 2019 di Padangsidimpuan tak terdapat korban, namun sebagai bentuk keprihatinan pihaknya bersama Bawaslu, forkopimda beserta para peserta pemilu telah menggelar doa bersama.

Persoalan adanya temuan kecurangan maupun kejanggalan pada saat sebelum dan sesudah pelaksanaan pemilu, maka itu merupakan wewenangnya Bawaslu. Sedangkan terkait sengketa perolehan suara caleg parpol maupun paslon pilpres, maka ranahnya masuk pada Mahkamah Konstitusi (MK).

Merasa cukup dengan penjelasan dari KPU Padangsidimpuan, massa pun dibawah pengamanan aparat kepolisian dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja secara berangsur mulai meninggalkan lokasi unjuk rasa, dan membubarkan diri secara tertib. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda