Prahara Corona, 385 CJH Padangsidimpuan Gagal Berangkat

298

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Sebanyak 385 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Padangsidimpuan dipastikan gagal berangkat untuk menunaikan rukun Islam yang kelima di tahun 1441 Hijriah.

Kepastian tersebut menyusul ditetapkannya keputusan pemerintah pusat melalui Menteri Agama RI tentang peniadaan pemberangkatan CJH Indonesia tahun ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padangsidimpuan, Saripuddin Siregar, Selasa (2/6/2020) menyampaikan, rencananya pihaknya akan memberangkatkan 385 CJH untuk menunaikan ibadah haji. “Namun melalui kajian, pemberangkatan urung dilakukan. Selain demi menjaga keselamatan CJH dari pandemi Covid-19, pemerintah Arab Saudi juga tidak memberi akses untuk pelaksanaan ibadah haji di tahun ini,” ujarnya.

Peniadaan pemberangkatan tahun ini, menurut Saripuddin, bukan berarti CJH batal menunaikan ibadah haji. Hanya saja jadwal pemberangkatannya ditunda hingga tahun depan, atau sampai pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir dan aman.

Menyikapi peniadaan pemberangkatan CJH ini, Muhammad Rizal Siregar (47) dan Deni Oktaviana (47) menyambut positif. Pasangan suami istri yang mendaftar tahun 2011 tersebut dijadwalkan berangkat tahun ini dan bahkan sudah mengikuti manasik haji.

Meski mereka tidak menampik rasa kecewa itu ada menghinggapi, namun warga Unte Manis Kelurahan Losung Batu Kecamatan Sidimpuan Utara ini menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan meyakininya sebagai jalan terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Insya Allah kita sudah siap. Termasuk telah mengikuti bimbingan dan manasik haji bersama CJH lain yang mendaftar di salah satu bank milik negara. Semua ini kehendak Allah, dan semoga tahun depan kita bisa berangkat tanpa ada hambatan,” harapnya.

Sedikit berbeda dengan dirasakan Kodir Pohan (55) bersama Rosita Maya Siregar (50). Sesuai jadwal, pasangan suami istri ini akan berangkat menunaikan ibadah haji di tahun 2021. Namun keputusan ini membuat jadwal keberangkatan keduanya bergeser ke tahun berikutnya.

“Semestinya kami berangkat tahun depan (2021), tetapi dengan adanya keputusan ini menjadi tertunda hingga tahun berikutnya. Kita tetap berkeyakinan, ini merupakan jalan terbaik yang Allah berikan,” ujarnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda