Polisi Benarkan Pejabat di Kemenag Tapsel Tersangka Kasus KDRT

364
Ilustrasi

PADANG SIDEMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Jajaran Polres Padang Sidempuan Sumatera Utara benarkan seorang pria berinisial EG dItetapkan sebagai tersangka terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Penetapan tersangka terhadap lelaki yang merupakan pejabat di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Selatan itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Padang Sidempuan, AKP Bambang Priyatno.

“Status yang bersangkuatan (EG) sudah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT. Saat ini dalam proses sidik serta akan dilakukan mediasi kembali,” ujar AKP Bambang kepada awak media, Senin (3/10/2022).

Di lain pihak, Kepala Kantor Kemenag Tapanuli Selatan saat dikonfirmasi belum memberi tanggapan apapun terkait oknum pejabat di kantor tersebut. Kakan masih bungkam dan tidak merespon konfirmasi wartawan.

Diketahui, sebelumnya seorang perempuan berinisial NM (40) mengaku mendapat perlakuan tak baik dari suami berinisial EG. Tidak terima diperlalukan demikian, NM pun menyerahkan persoalan tersebut ke pihak berwajib.

“Iya benar, saya telah melaporkan EG pada tanggal 29 Mei 2022 lalu,” ungkap NM, warga Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, pada Ahad (1/10/2022) kemarin.

Laporan itu tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi No. STRLP/B/192V/2022/SPKT/Polres Padang Sidempuan/Polda Sumatera Utara yang diterima Kepala SPKT melalui Kanit I Aiptu Abdul Wahab.

Dalam STTPL itu disebutkan bahwa korban NM telah menerima perlakuan KDRT dari EG pada tanggal 29 Mei 2022 sekira pukul 22:00 WIB.

Atas perbuatannya itu, EG yang merupakan suami korban dikenakan Pasal 44 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Petugas menindaklanjuti laporan itu. Pada 23 September 2022 kemarin, Kasat Reskrim AKP Bambang Priyatno mengirim surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) kepada korban pelapor NM.

Dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (P2HP) yang ditandatangani Kasat Reskrim menyebutkan penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap EG.

Kemudian penyidik telah membuat surat permintaan visum et repertum (VER) kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Siempuan, untuk melakukan pemeriksaan secara medis terhadap korban.

Penyidik akan melakukan proses penyidikan lanjutan berupa pemanggilan terhadap EG sebagai tersangka dan akan dituangkan di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Informasi dihimpun, EG saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan sempat diamankan. Namun tidak dilakukan penahanan karena ada jaminan. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda