Polda Sumsel Gunakan Teknologi TAA, Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS

18

PALEMBANG, BERITAANDA – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus melakukan penanganan intensif terhadap kecelakaan maut antara Bus ALS dan mobil tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Peristiwa tragis yang menewaskan 16 orang itu kini memasuki tahap identifikasi ilmiah korban dan investigasi digital guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Perkembangan penanganan kasus disampaikan dalam konferensi pers di Posko DVI RS Bhayangkara TK II Mohammad Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026). Hingga sore hari, rumah sakit telah menerima 16 kantong jenazah korban, sebagian besar dalam kondisi luka bakar berat akibat benturan dan kebakaran hebat di lokasi kejadian.

Karena kondisi korban sulit dikenali secara visual, Tim DVI Polri memaksimalkan proses identifikasi menggunakan metode scientific identification melalui pemeriksaan DNA, sidik jari, rekam gigi, serta pencocokan data ante mortem dari pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menjelaskan kecelakaan terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera wilayah Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Bus ALS diduga menghindari lubang jalan hingga bergerak ke jalur kanan dan bertabrakan dengan kendaraan tangki dari arah berlawanan. Benturan keras memicu kebakaran besar yang menyebabkan kedua kendaraan hangus terbakar,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Sementara itu, Karumkit Bhayangkara TK II Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol dr. Budi Susanto Sp.BS QHIA menyampaikan, hingga kini sebanyak 11 korban telah memiliki laporan keluarga, sedangkan lima korban lainnya masih menunggu data pembanding.

“Tim DVI bekerja maksimal menggunakan metode identifikasi ilmiah. Sampel DNA korban dan keluarga akan dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta melalui jalur protokol khusus agar proses identifikasi berjalan cepat dan akurat,” jelas dr. Budi Susanto.

Selain penanganan korban meninggal dunia, Polda Sumsel juga memberikan perhatian terhadap korban selamat yang mengalami luka bakar serius. Tiga korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit dan direncanakan dirujuk ke Palembang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Korban luka berat tersebut yakni Jumiatun (35) dan Ngadiono (44), keduanya warga Pati, Jawa Tengah, serta Muhammad Fahrul Hubaidi (31) asal Tegal. Sedangkan satu korban luka ringan, M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau, masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Dalam proses investigasi, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel bersama Tim Laboratorium Forensik Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA). Teknologi tersebut memungkinkan penyidik merekonstruksi kecelakaan secara digital dan tiga dimensi, termasuk menganalisis pola benturan, estimasi kecepatan kendaraan, hingga posisi akhir kendaraan sebelum terbakar.

Investigasi juga diperkuat dengan pemindaian lokasi menggunakan drone dan pengukuran digital guna memastikan penyebab kecelakaan dianalisis secara objektif dan berbasis scientific investigation.

Penyidik turut menemukan sejumlah barang di dalam bus yang kini menjadi bagian dari pendalaman penyidikan, di antaranya tabung gas, mesin motor, serta dua unit sepeda motor yang diduga diangkut bersama penumpang. Temuan tersebut akan dianalisis untuk mengetahui kaitannya dengan aspek keselamatan transportasi dan tingkat risiko kebakaran saat kecelakaan terjadi.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan, pihaknya berkomitmen menangani tragedi tersebut secara profesional, transparan, dan humanis.

“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara maksimal, baik dalam aspek identifikasi korban, pelayanan kepada keluarga, maupun penyelidikan penyebab kecelakaan. Prioritas kami adalah memberikan kepastian kepada keluarga korban dan memastikan investigasi berjalan objektif serta berbasis ilmiah,” tegasnya.

Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam perjalanan Bus ALS tersebut agar segera melapor ke Posko DVI RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi hotline 0821-7803-8910 untuk proses pencocokan data ante mortem. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda