PLN UID Lampung dan Pemkab Pesawaran Lestarikan ‘Pekon Janda’

245

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Sebagai bentuk kepedulian PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung terhadap lingkungan. Rabu (24/7/2019) lalu, PLN UID Lampung yang diwakili oleh Senior Manager SDM dan Umum Hari Nugroho bersama Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Romadhona melakukan peresmian lokasi desa wisata pemandian di Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Suatu kehormatan telah diberikan kepada Bupati Kabupaten Pesawaran, Dendi Romadhona, beserta istri untuk melaksanakan pengguntingan pita sebagai simbol telah diresmikannya desa wisata pemandian di Sungai Langka.

Adapun Sungai Pemandian tersebut kemudian diberi nama oleh masyarakat Desa Sungai Langka  menjadi ‘Pekon Janda’ yang merupakan singkatan dari Peninggalan Kolonial Jaman Belanda.

“Dengan adanya peresmian ini, maka sungai pemandian Pekon Janda secara resmi dikukuhkan sebagai lokasi wisata. Dan juga dihimbau kepada masyarakat Sungai Langka agar dapat menjaga kelestarian lingkungan pemandian ini, serta terimakasih kepada PLN UID Lampung yang sudah bersedia membantu membangun fasilitas di sungai pemandian Pekon Janda ini,” ujar Dendi melalui rilis yang diterima BERITAANDA, Jumat (26/7/2019).

Desa Sungai Langka memiliki banyak potensi alam yang bisa dikembangkan untuk menjadi desa agrowisata, karena di desa ini banyak ditemukan perkebunan buah-buahan seperti jeruk dan durian.

Selain itu, pada Desa Sungai Langka ini juga ditemukan sebuah mata air yang selalu deras mengalir sehingga dijadikan sebagai sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Sungai Langka sehari-harinya.

Pusat sumber mata air tersebut terletak pada sebuah tempat yang berbentuk seperti sungai. Dan diceritakan bahwa sungai tersebut merupakan pemandian yang digunakan oleh para bangsawan Belanda pada masa penjajahan.

Sebuah kisah roman turut menghiasi indahnya alam sungai pemandian tersebut. Konon dikisahkan bahwa seorang pangeran keturunan Belanda yang sedang lelah mengawasi pekerjaan para transmigran membuka lahan perkebunan memutuskan untuk rehat di sungai pemandian tersebut.

Pada saat sang pangeran mendatangi sungai pemandian itu, ia melihat seorang gadis berparas cantik yang merupakan keturunan dari sepasang suami istri transmigran. Sejak pertemuan itulah, kisah cinta mereka dimulai hingga akhirnya sang pangeran pun harus pergi meninggalkan sang putri dikarenakan para penduduk transmigran telah mengusir para penjajah pergi dari Desa Sungai Langka. Sejak saat itu pula, sungai pemandian tersebut menjadi tempat sang putri menunggu kedatangan sang pangeran yang tak kunjung kembali.

Dengan adanya kisah yang melegenda tersebut, PLN UID Lampung bermaksud melestarikan peninggalan sejarah tersebut dengan membangun kembali sungai pemandian melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga lokasi sungai pemandian tersebut menjadi rapi dan indah, layak untuk dikunjungi tidak hanya oleh masyarakat sekitar Desa Sungai Langka, tetapi juga oleh masyarakat dari luar Desa Sungai Langka.

Pada acara persemian tersebut, PLN UID Lampung menggandeng mitra CSR Arismansyah yang merupakan desainer kain Tapis Lampung untuk menyelenggarakan acara, sekaligus menggelar peragaan busana Tapis.

Adapun kain Tapis Lampung itu juga merupakan hasil para pengrajin dari Desa Negeri Katon, Pesawaran.

Diharapkan dengan adanya acara tersebut, masyarakat Desa Sungai Langka juga terinspirasi agar dapat lebih kreatif lagi dalam mengembangkan potensi alam di Desa Sungai Langka. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda