PLN Ajak Para Ibu Lestarikan Jumputan

60

PALEMBANG, BERITAANDA – Puluhan ibu-ibu pelaku UMKM nampak tak sabar ikuti pelatihan membuat batik jumputan khas Palembang. Hal ini karena jika biasanya mereka hanya menjual, namun kini bisa memperoleh ilmu pembuatan kain jumputan secara langsung dari tangan ahli, yang kemudian bisa dipasarkan ke masyarakat.

Pelatihan itu digelar selama 6 hari, terhitung sejak 17 – 23 Mei 2022, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UIP3B Sumatera UPT Palembang yang diadakan di PKBM Athree Kelurahan Talang Semut.

“Bismilah, nambah ilmu,” kata salah seorang peserta pelatihan, Selasa (17/5).

Sementara itu, Ketua PKBM Athree, Purnamasari mengatakan, pihaknya sengaja tidak memberikan batasan usia maupun asal tempat tinggal bagi peserta pelatihan. Dengan tujuan tidak membatasi pelaku UMKM dalam mendapat ilmu bermanfaat bagi kelangsungan usaha mereka.

“Biasanya di tempat pelatihan lain, ada batas usia mulai dari 18-25 tahun. Tapi kami sengaja tidak ada batasan. Jadi kaum ibu dan bapak bisa ikut gabung,” ujar dia.

Total peserta pelatihan terdiri dari 18 pengusaha perempuan dan 2 laki-laki. Jelas dia lagi, tak hanya dari Palembang, mereka juga berasal dari sejumlah wilayah lain dalam Provinsi Sumsel.

“Ada yang dari Pali, Banyuasin, Muara Enim sama Baturaja,” kata dia.

Saat ini sudah jarang UMKM di Palembang yang memproduksi secara langsung kain jumputan. Lanjut dia, mayoritas mereka hanya sebagai penjual yang memasarkan barang hasil kerajinan tangan orang lain.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM memiliki ilmu yang matang untuk menghasilkan barang produksi sendiri. Kita harapkan usaha para UMKM bisa berkembang pesat dengan inovasi yang mereka hasilkan dari tangan mereka sendiri,” ucapnya.

Dalam pembukaan pelatihan ini, turut hadir Lurah Talang Semut Ricky Pratama, S.STP M.Si serta Manager PT PLN UIP3B Sumatera UPT Palembang, Andi Setiawan.

Dalam kesempatan ini, Andi menyampaikan harapannya agar pelatihan yang digelar ini dapat memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Sesuai dengan tujuan kami yakni memberi manfaat positif bagi masyarakat, diharapkan kegiatan ini juga bisa berdampak positif terutama bagi peserta pelatihan,” tandas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda