Jangan Bangkrut di Akhirat: Tausiyah Ust. Yayan Menggetarkan Jamaah Haul 3 Hari Mahasiswi PKN Unsri

31

PALEMBANG, BERITAANDA – Suasana haru menyelimuti acara haul 3 hari almarhumah Salwa Maulidia yang digelar di kediaman Bapak Yudi Mulyanda dan Ibu Rina Muliyati, Lorong Sahabat 1 RT 40/RW 11 Talang Karet, Plaju, Palembang, Rabu (6/5/2026) malam ba’da Magrib.

Ratusan jamaah yang hadir tampak larut dalam doa dan tausiyah penuh makna yang disampaikan KH. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan S.Q Lc Al-Hafidz.

Pendiri Pondok Pesantren Kiai Marogan sekaligus Guru Spiritual Tarekat Qadariyah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Jalaliyah Sumatera Selatan itu menyampaikan ceramah bertema ‘Tiga Kelas Manusia di Akhirat’ yang diambil dari Surah Al-Waqi’ah.

Dengan gaya dakwah yang sederhana namun menyentuh, Ust. Yayan mengibaratkan tiga golongan manusia di akhirat layaknya kelas dalam sebuah perjalanan.

“Ada kelas Executive, kelas Bisnis, dan kelas Ekonomi. Ini hanya pendekatan agar mudah dipahami. Karena kedudukan sebenarnya di sisi Allah jauh lebih mulia,” ujar beliau dihadapan jamaah.

Dalam penjelasannya, golongan pertama adalah Al-Muqarrabun, yakni manusia yang sangat dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mereka digambarkan sebagai kelas executive, orang-orang yang paling dahulu dalam iman, kuat ibadahnya, ikhlas dalam amal, serta mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan kebaikan.

Golongan kedua adalah Ashabul Yamin, yang diibaratkan sebagai kelas bisnis. Mereka merupakan orang-orang beriman yang amal baiknya lebih banyak daripada dosanya serta menjalankan kewajiban agama dengan baik.

“Ini seperti pebisnis sukses akhirat. Untung besar dan selamat dari kebangkrutan,” jelas Ust. Yayan.

Sementara golongan ketiga adalah Al-Mukadzdzibin Adh-Dhallin, yang beliau sebut sebagai kelas ekonomi bawah. Mereka adalah orang-orang yang lalai dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, mendustakan kebenaran, dan hanya mengejar dunia tanpa taubat.

“Inilah orang-orang yang bangkrut total di akhirat. Rugi dunia, rugi akhirat,” tegasnya.

Salah satu bagian tausiyah yang paling menyentuh malam itu adalah ketika Ust. Yayan mengingatkan bahwa kematian merupakan boarding time yang tidak pernah bisa ditunda.

“Salwa sudah dipanggil lebih dahulu. Ia telah menyelesaikan ujian dunianya. Sekarang giliran kita. Pertanyaannya, saat nama kita dipanggil nanti, tiket kita kelas yang mana?” katanya.

Kalimat tersebut membuat suasana menjadi hening. Sejumlah jamaah tampak menundukkan kepala dan meneteskan air mata.

Ust. Yayan juga mengajak jamaah untuk menjadikan wafatnya almarhumah sebagai pengingat agar lebih mempersiapkan bekal akhirat.

“Perbanyak shalat, jaga lisan, perbanyak sedekah, dan jangan tinggalkan istighfar. Jangan sampai kita termasuk orang yang menyesal di hari kiamat,” pesannya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat dari Musholla Shirotul Jannah. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa almarhumah, melapangkan kuburnya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya bersama orang-orang saleh.

Sosok Almarhumah

Almarhumah Salwa Maulidia lahir di Palembang pada 27 April 2004. Ia merupakan putri sulung dari tiga bersaudara pasangan Bapak Yudi Mulyanda dan Ibu Rina Muliyati.

Salwa dikenal sebagai pribadi baik dan aktif semasa hidupnya. Ia merupakan alumni SMA Negeri 4 Plaju dan mahasiswa Fakultas Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Sriwijaya Bukit Palembang. Sebelum wafat, almarhumah diketahui telah menyelesaikan ujian komprehensif dan dijadwalkan mengikuti wisuda pada Juni 2026 di Kampus Unsri Indralaya.

Almarhumah juga merupakan cucu dari Basaruddin bin H. Bauddin dan Ayunah binti Simin, serta cicit dari H. Sainan Sagiman, Gubernur Sumatera Selatan ke-10.

Menurut keterangan keluarga, almarhumah sempat mengalami sakit campak dan menjalani perawatan intensif di RS Charitas Palembang sebelum akhirnya berpulang ke rahmatullah pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 07.30 WIB.

Jenazah dimakamkan ba’da Ashar di pemakaman keluarga Talang Karet Lorong Sahabat 1, diiringi doa keluarga, kerabat, masyarakat sekitar, mahasiswa Unsri, serta para sahabat almarhumah.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sejak proses perawatan, pemakaman hingga pelaksanaan haul.

Bapak Yudi Mulyanda dan Ibu Rina Muliyati secara khusus menyampaikan apresiasi kepada KH. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan atas tausiyah yang dinilai memberi ketenangan dan kekuatan bagi keluarga untuk mengikhlaskan kepergian putri tercinta.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para tokoh agama, masyarakat Talang Karet, dosen dan mahasiswa PKN Unsri, alumni SMA Negeri 4 Plaju, serta seluruh kerabat dan sahabat yang telah hadir dan mendoakan almarhumah. (*)

Bagaimana Menurut Anda