PKPA Nias Gelar Sosialisasi Mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang

321

GUNUNGSITOLI -SUMUT, BERITAANDA – Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Nias menggelar sosialisasi mengenai tindak pidana perdagangan orang untuk mencegah terjadinya tindak PTPPO di Kota Gunungsitoli.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pencegahan terhadap terjadinya tindak pidana perdagangan orang di Kepulauan Nias, khususnya di Kota Gunungsitoli.

Manager Kantor Cabang PKPA Nias Chairidani Purnamawati menyampaikan bahwa, program pencegahan tindak pidana perdagangan orang (PTPPO) 2019 merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ditujukan sebagai salah satu bentuk komitmen dari pemerintah terhadap upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang serta organisasi masyarakat penggiat di daerah-daerah yang rentan terjadi perdagangan orang.

Berdasarkan hal tersebut, lanjutnya, pemerintah memberikan dana bantuan operasional penyelenggaraan program pendidikan pencegahan TPPO kepada lembaga/organisasi mitra penggiat anti perdagangan orang, agar layanan sosialisasi, advokasi, dan pendampingan masyarakat dapat mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang di komunitasnya.

“Sosialisasi tindak pidana perdagangan orang sebagai salah satu upaya untuk melakukan pencegahan terhadap terjadinya tindak pidana perdagangan orang, menyusun rencana tindak lanjut program pencegahan TPPO di komunitas, serta meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap TPPO. Untuk tahun ini adalah tahun keempat PKPA Nias dipercayakan oleh Kemendikbud menjalankan program pencegahan TPPO di Pulau Nias, khususnya di Kota Gunungsitoli,” terang Chairidani Purnamawati di Hotel Nias Palace Kota Gunungsitoli, Kamis (17/10/2019).

Sementara itu, narasumber pada kegiatan sosialisasi tersebut adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diwakili oleh Prasetyo Eko Nugroho, dan Walikota Kota Gunungsitoli diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nur Kemala Gulo

Kegiatan yang dilaksanakan di aula RSUD Gunungsitoli selama 2 hari (15 dan 16 Oktober 2019), sementara pada tanggal 17 Oktober 2019 dilaksanakan di Hotel Nias Palace Nara tersebut, diikuti 50 peserta setiap harinya. Terdiri dari perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD di tingkat kabupaten/kota, perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP dan SMA/SMK di tingkat sub rayon kota, perwakilan paguyuban orang tua murid/komite sekolah pada semua jenjang pendidikan di kabupaten terpilih (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK), perwakilan siswa dan organisasi siswa dari tingkat SMP dan SMA/SMK, serta pendampingnya diutamakan guru bimbingan dan konseling.

Selanjutnya, perwakilan pengurus organisasi pemuda/pramuka/karang taruna, perwakilan aparat pemerintahan kecamatan dan desa/kelurahan (ketua rukun tetangga, rukun warga), tokoh agama dan tokoh masyarakat, pengurus organisasi sosial/agama/lembaga kemasyarakatan dan perwakilan PKK/organisasi yang relevan,

Kemudian, peserta juga berasal dari pengelola lembaga Pendidikan Non Formal (PNF) antara lain PKBM, LKP, Rumah Pintar, dan Balai Belajar Bersama, perwakilan organisasi mitra PAUD dan Dikmas yang relevan, serta Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) yang mengorganisir penyelenggara sekolah swasta di tingkat kabupaten/kota. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda