Pilkades Usai, 2 Cakades Terpilih Ini Ajak Warga Kembali Rekatkan Persaudaraan

800
Asnawi, cakades terpilih Tanjung Pinang II saat berkumpul dengan warganya usai gelaran pilkades.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Mengungguli dua pesaingnya dengan perolehan suara sebanyak 487 dari total 1.139 suara dalam daftar pemilih tetap (DPT). Asnawi akhirnya akan menjabat sebagai Kades Tanjung Pinang II Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) periode 2019 – 2025.

Dibincangi BERITAANDA, Kamis (21/11/2019) malam, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Karang Taruna serta masih aktif di Badan Jasa Usaha Pengamanan (BJUP) tersebut, mengaku senang sekaligus terharu atas apa yang diraihnya saat ini.

“Alhamdulillah, perjuangan berbuah hasil yang diinginkan. Ini tak lain juga atas kerjasama berbagai pihak dan dukungan masyarakat Desa Tanjung Pinang II. Jadi ini bisa dikatakan sebagai kemenangan untuk warga desa ini,” ucap Ketua Yayasan Al – Ikhlas yang bergerak di bidang rehabilitasi mental itu.

Lebih lanjut dikatakan Asnawi, sesuai visi misi dalam pencalonan dirinya, ia akan melakukan pergerakan aktif, melanjutkan dan meningkatkan pembangunan yang sudah dilakukan oleh kades terdahulu.

“Kedepan saya akan berusaha keras menjadikan desa ini lebih baik lagi, baik dari pembangunan fisik. Serta mengajak masyarakat untuk memacu diri dalam meningkatkan SDM warga, lalu dari sisi keagamaan, ekonomi serta hal lainnya. Kemudian mengupayakan desa ini bisa menjadi lebih maju, serta berharap bisa jadi desa percontohan,” pungkas dia.

Hal senada juga disampaikan Ardani, calon kepala desa (cakades) terpilih dari desa tetangga, tepatnya di Desa Tanjung Pinang I. Ardani mengungguli 3 kandidat lainnya.

Ia juga akan berupaya keras dalam memajukan desa dan meningkatkan ekonomi warganya. Apalagi diketahui kedua desa bersebelahan itu, mayoritas bermata pencaharian sebagai tukang pandai besi, serta bertenun songket.

Di akhir perbincangan akrab dengan awak media, keduanya berharap agar usainya pilkades, warga kembali merapatkan barisan, tidak ada lagi pro dan kontra.

“Merekatkan lagi persaudaraan dan perpecahan yang sebelumnya terjadi di saat sebelum maupun saat pilkades. Yang ada sekarang hanya satu, yaitu bagaimana memajukan di segala bidang dua desa bertetangga ini,” pungkasnya. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda