Perpustakaan Prof. Lafran Pane di Mata Anggota Bawaslu RI

421
Rombongan Bawaslu RI ditemani Sekda Tapsel, Parulian Nasution, sambangi Perpustakaan Prof. Lapran Pane, di Desa Pangurabaan, Sipirok, Jumat (1/11/2019).

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Daya tarik Perpustakaan Prof. Lapran Pane tak cuma terletak pada gedung ataupun kelengkapan koleksi bukunya. Akan tetapi, sosok seorang Prof. Lafran Pane yang merupakan pahlawan nasional.

Hal itu diungkapkan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmad Bagja, saat berkunjung ke Perpustakaan Prof. Lapran Pane bersama rombongan, tepatnya di Desa Pangurabaan, Sipirok, Tapanuli Selatan, Jumat (1/11/2019).

“Perpustakaan ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi saya, karena tidak hanya gedung dan koleksi bukunya, juga sosok pendiri HMI, Prof. Lafran Pane,” ungkap Rahmad sembari menyebut Lafran Pane bukan hanya milik HMI saja, tapi seluruh masyarakat Sumatera Utara.

Rahmad berharap, Perpustakaan Prof. Lapran Pane menjadi pusat literasi se-Tapanuli, bahkan se-Sumatera bagian selatan. Inilah saat dimana masyarakat harus kembali ke literasi, baik itu literasi buku, media, dan digital, sehingga akan membuka cakrawala/jendela dunia.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan (Sekda Tapsel) Parulian Nasution yang menemani rombongan berujar, Perpustakaan Prof. Lafran Pane telah mulai menerapkan aplikasi dengan nama Integrated Library Information System Lite (Inlis Lite) secara otomatis.

“Aplikasi ini mengolah jumlah peminjam dan pengembalian buku, jumlah pendataan dan pengolahan buku yang baru masuk, keanggotaan masyarakat yang sudah mendaftar di perpustakaan, serta ketersediaan Online Public Access Catalogue (OPAC),” jelas Parulian.

Sambung dia, aplikasi Inlis Lite secara otomatis membuat grafik pengunjung yang hadir ke perpustakaan, baik untuk harian, mingguan, maupun bulanan. Termasuk di dalamnya kunjungan tokoh-tokoh nasional, bahkan seorang peneliti sejarah dari Universitas Leiden Belanda.

“Perpustakaan ini juga dikunjungi Asdep Kemaritiman, pemeran film Demi Waktu yang mengisahkan biografi Prof. Lafran Pane dengan produser Rizal Mantovani, pemeran Mathias Muchus, ibu Ratna, dan tak kalah pentingnya peran aktor Dimas Anggara,” tandas sekda. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda